Show simple item record

dc.contributor.advisorMokoginta, Ing
dc.contributor.advisorDjajasewaka, Hidayat
dc.contributor.authorSuprihatini, Hera
dc.date.accessioned2024-03-22T01:43:00Z
dc.date.available2024-03-22T01:43:00Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142915
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh silase ikan sebagai pengganti tepung ikan dalam makanan buatan terhadap pertumbuhan ikan lele (Clarias batrachus Linn.). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Budi- daya Perairan, Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor, mulai tanggal 18 Juli sampai 9 September 1987. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah variasi penggunaan silase ikan dalam makanan buatan yaitu: A (0 persen silase ikan); B (15 persen silase ikan) dan C (30 persen silase ikan). Ikan yang dipergunakan adalah ikan lele (Clarias ba- trachus Linn.) dengan berat berkisar antara 5.03 - gram. 5.18 Wadah penelitian adalah bak teraso berukuran pan- jang 75 cm, lebar 50 cm dan tinggi 30 cm. Ketinggian air pada setiap bak dipertahankan 25 cm dan diaerasi. Padat penebaran 15 ekor per bak. Makanan buatan yang diberikan berkadar protein 35 persen. Setiap hari diberikan sebanyak 5 persen dari be- rat total ikan. Frekwensi pemberian makanan tiga kali sehari, yaitu pada pukul 08.00, 13.00 dan 18.00. Penyesuaian jumlah makanan dilakukan setiap 10 hari sekali, yaitu setelah penimbangan. Hasil analisis ragam terhadap laju pertumbuhan harian individu, efisiensi makanan, retensi protein dan retensi lemak menunjukkan bahwa perlakuan mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap parameter tersebut (pada tingkat keper- cayaan 0.95). Dari uji polinomial orthogonal diperoleh laju pertumbuhan tertinggi pada perlakuan A (1.29 perser) diikuti oleh perlakuan B (1.01 persen) dan perlakuan C (0.95 persen). Demikian pula untuk efisiensi makanan yai- tu 29.69 persen untuk perlakuan A, 23.11 persen untuk per- lakuan B dan 21.92 persen untuk perlakuan C. Retensi pro- tein tertinggi pada perlakuan A (13.91 persen) diikuti oleh perlakuan B (7.58 persen) dan perlakuan C (6.47 per- sen). Sedangkan retensi lemak tertinggi pada perlakuan A (15.53 persen) diikuti oleh perlakuan C (11.27 persen) dan perlakuan E (5.56 persen)…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh silase ikan dalam makanan buatan terhadap pertumbuhan ikan leleid
dc.titlePengaruh silase ikan dalam makanan buatan terhadap pertumbuhan ikan leleid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record