Pengaruh perbedaan penundaan waktu tebar benih ikan mas (Cyprinus carpio L.) di kolam air sumber terhadap infeksi beberapa jenis ektoparasit
View/ Open
Date
1989Author
Marsudi, Akhmad
Angka, Sri Lestari
Rukyani, Akhmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan air sumber sebagai media penundaan waktu tebar benih ikan mas (Cyprinus carpio L.) terhadap infeksi bebera- pa jenis ektoparasit. Penelitian dilakukan di Cijeruk dan Instalasi Cibalagung, Balai Penelitian Perikanan Air Tawar, Bogor, dari awal Desember 1987 - awal Februari 1988.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perbedaan penundaan waktu tebar benih ikan di kolam air sumber sebelum dipindah ke kolam penularan (kolam air biasa dari aliran sungai) yaitu: K (penundaan di kolam air sumber selama O minggu, benih ikan langsung ditebar ke kolam penularan), W2 (penundaan di kolam air sumber selama 2 minggu), dan W4 (penundaan di kolam air sumber selama 4 minggu). Analisa data dilakukan dengan mem- bandingkan derajad insidensi dan intensitas setiap jenis ektoparasit pada ketiga perlakuan.
Ikan yang digunakan adalah benih ikan mas (Cyprinus carpio L.) berumur 7 hari (±1 cm). Wadah penelitian yang digunakan adalah kolam tanah berukuran 2,5 x 2,5 x 1,2 m2 dengan kedalaman air dipertahankan setinggi 0,6 m sebagai kolam penularan, dan kolam semen berukuran 2,5 x 2,0 x 1,1 m³ dengan kedalaman air dipertahankan setinggi 0,75 m sebagai kolam penundaan. Padat penebaran sebanyak 500 ekor per kolam. Pengambilan ikan contoh dilakukan setiap minggu sekali sebanyak 5 ekor setiap ulangan, dan diamati secara mikroskopis.
Ektoparasit yang ditemukan menginfeksi benih ikan mas di kolam selama penelitian adalah jenis Trichodina, Dactylogy- rus, Gyrodactylus, Ichthyophthirius dan Lernaea cyprinacea L.
Univers Jenis Trichodina ditemukan menginfeksi benih ikan mas di kolam K mulai minggu ke-1, sedangkan di kolam W2 dan W4 ektoparasit ini ditemukan pada benih ikan mulai minggu ke-2. Insidensi dan intensitasnya menunjukkan jumlah rata-rata lebih tinggi terjadi pada benih ikam di kolam K, kemudian diikuti pada benih ikan di kolam W2, dan terendah terjadi pada benih ikan di kolam W4…dst
