Show simple item record

dc.contributor.advisorIrwanto, A. Kohar
dc.contributor.advisorAstika, I Wayan
dc.contributor.authorAnwar, Aqsha Nurul
dc.date.accessioned2024-03-18T02:37:11Z
dc.date.available2024-03-18T02:37:11Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142047
dc.description.abstractSwasembada pangan yang dicapai pada tahun 1984, memerlukan suatu usaha untuk mempertahankan. Seiring hal tersebut, sektor di luar pertanian tumbuh semakin cepat yang berakibatkan pada pengurangan tenaga orang pengolah tanah begitu pula dengan kendala lahan, tenaga ternak yang sulit untuk berkembang dan luas panen yang memberikan kecendrungan yang semakin berkurang terutama di pulau Jawa. Hal tersebut memerlukan suatu strategi penyediaan tenaga pertanian terutama tenaga pengolah lahan. Orang sebagai sumber tenaga peranian (kapasitas fisik) mengeluarkan tenaga sekitar 0,1 Hp atau sebesar 75 watt. Tenaga yang dihasilkan oleh ternak kerja sebesar 0,44 kW hingga 0,97 kW tergantung sifat-sifat tubuh, ketangkasan kerja dan pemeliharaan. Mekanisasi pertanian berkembang dengan cepat karena didukung oleh sektor lain, tenaga traktor yang dipergunakan dalam produksi tanaman pangan terutama di wilayah Pantai Utara Jawa Barat adalah traktor roda dua dengan tenaga sebesar 8-10 Hp. Model kurva GILES merupakan suatu studi statistik tingkat mekanisasi negara-negara berkembang dan negara-negara maju. Negara Eropa dan Amerika Serikat, tenaga pertanian yang dipergunakan sekitar 1-2 kW/ha sedangkan Jepang ..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleHubungan ketersediaan tenaga pertanian terhadap tingkat hasil tanaman pangan di Wilayah Pantai Utara Jawa Baaratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record