| dc.description.abstract | Tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume) termasuk dalam famili
Araceae, yang sudah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia
secara turun temurun. Peningkatan produktivitas porang sangat penting dalam
rangka meningkatkan daya saing produk. Upaya meningkatkan produktivitas
tanaman dapat dilakukan melalui pemilihan bahan tanam yang tepat dan pengaturan
C-organik tanah. Namun aspek tersebut masih belum banyak diteliti. Tujuan
penelitian adalah untuk mengevaluasi pertumbuhan dan hasil A. muelleri dari
berbagai bahan tanam dan kadar C-organik tanah. Penelitian dilaksanakan pada
bulan Desember 2021 sampai Agustus 2022 di Kebun Leuwikopo dan laboratorium
pascapanen Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB Darmaga, Bogor, Jawa
Barat. Penelitian ini disusun dengan rancangan tersarang yang terdiri dua faktor
perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu berbagai kadar C-organik tanah
(2%, 3%, 4%, 6%). Faktor kedua yaitu berbagai macam bahan tanam (biji, bulbil,
dan umbi stek daun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat C-organik tanah
nyata berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil porang, semakin tinggi C-organik
pertumbuhan dan hasil porang cenderung semakin baik. Peubah pertumbuhan yang
menunjukan respon yang paling baik terhadap pemberian C-organik adalah tinggi
tanaman, diikuti oleh diameter batang, jumlah daun, lebar daun, tingkat kehijauan
daun, jumlah bulbil, bobot basah umbi, bobot kering umbi, diameter umbi, tinggi
umbi, konduktansi stomata dan interseluler. Kadar C organik tanah yang tepat untuk
pertumbuhan dan produksi tanaman porang adalah 6%. Bahan tanam yang
menunjukan hasil yang terbaik pada berbagai kadar C-organik tanah adalah bulbil
diikuti oleh umbi stek daun dan biji. Hal tersebut menunjukkan bahwa ukuran bahan
tanam menjadi faktor penting dalam budidaya porang. Dalam rangka mendukung
budidaya porang secara presisi maka bahan tanam yang direkomedasikan adalah
bulbil disertai dengan status C-organik tanah sebesar 6%. | id |