Pengaruh tingkat pemberian makanan berkadar protein 40 persen sebanyak 3, 6, 9 dan 12 persen bobot ikan terhadap pertumbuhan benih ikan lele (Clarias betrachus L.) pada padat penebaran awal 50 ekor per meter persegi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pem- berian makanan buatan berkadar protein 40 persen yang dapat memberikan pertumbuhan terbaik benih ikan lele (Clarias batrachus L.) pada padat penebaran awal 50 ekor per meter persegi. Sebagai penunjang ingin pula diketahui efisiensi makanan dan kelangsungan hidup.
Penelitian ini dilakukan di Kolam Percobaan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor di Babakan, mulai dari tanggal 30 Juni sampai 16 Agustus 1987.
Benih lele yang digunakan berukuran awal rata-rata 1,07-1,10 gram per ekor, dengan padat penebaran awal 50 ekor per meter persegi atau 30 ekor per wadah.
Wadah terbuat dari semen dengan ukuran panjang x lebar x tinggi = 100 x 60 x 25 cm³. Kualitas air diusahakan layak dengan menggunakan filter sistem resirkulasi (double bottom system) dan ketinggian air dipertahankan 25 cm. Penyiponan sisa makanan dilakukan setiap hari dan bagian air yang hilang digantikan dengan yang baru.
Makanan diberikan dalam bentuk remahan dengan frekuensi pemberian makanan tiga kali sehari yaitu pada pukul 08.00, 13.00 dan 18.00 WIB. Penyesuaian makanan dilakukan setiap 10 hari sekali. Selama masa adaptasi benih ikan diberikan makanan secara ad libitum.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah tingkat pemberian makanan sebanyak 3 persen, 6 persen, 9 persen dan 12 persen bobot tubuh.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat pemberian makanan sebanyak 12 persen bobot tubuh memberikan laju pertumbuhan harian individu tertinggi yaitu 5,10 persen dengan efisiensi makanan sebesar 54,90 per- sen dan kelangsungan hidup 98,89 persen. Kemudian diikuti berturut-turut oleh tingkat pemberian makanan sebanyak 9 persen (efisiensi makanan 61,17 dan kelangsungan hidup 100 persen), 6 persen (efisiensi makanan 81,02 persen dan ke- langsungan hidup 98,89 persen) dan tingkat pemberian makanan sebanyak 3 persen bobot tubuh (efisiensi makanan 100,30 per- sen dan kelangsungan hidup 100 persen)….
