Penampilan Ciri Meristik dan Morfometrik Generasi Kedua G2N-MITOTIK Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) Majalaya
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan ciri-ciri meristik, morfometrik, warna dan pola sisik generasi kedua diploid ginogenetik mitotic (G2N-mitotik) ikan mas (Cyprinus carpio L.) majalaya.
Induk ikan mas majalaya yang digunakan hasil proses ginogenesis generasi pertama sebanyak dua ekor dengan warna hijau dan biru. Ikan jantan diambil dari ika mas berwarna hijau dan kuning serta ikan tawes berwarna keperakan. Perlakuan yang digunakan adalah control normal, kontrol U.V. dan (G2N-mitotik). Kontrol normal diperoleh dengan mencampur telur dengan sperma ikan mas yang telah diencerkan dengan larutan fisiologis. Kontrol U.V diperoleh dengan mencampur telur dengan sperma tawes yang diradiasi G2N-mitotik diperoleh dengan cara mencampur telur dengan sperma tawes yang diradiasi dan diberi kejutan setelah 42, 44 dan 46 menit setelah pembuahan. Sperma diradiasi dengan dua buah lampu ultraviolet 15 watt dengan jarak penyinaran antara lampu dengan sperma 15 cm, lama penyinaran 2 menit. Suhu untuk kejutan panas adalah 40 °C selama satu setengah sampai dua menit.
Pengamatan dilakukan setelah ikan mencapai umur sekitar empat. bulan. Parameter yang diamati meliputi ciri-ciri meristik, ciri-ciri morfometrik, pola sisik dan warna. Analisa data berdasarkan nilai rataan, . simpangan baku, keragaman dan koefisien keragaman
Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi kedua G2N-mitotik pada umumnya mempunyai nilai rataan yang lebih rendah daripada K2N, kecuali pada karakter jumlah jari- jari lemah sirip anal, sirip punggung dan vertebrae. Untuk ciri-ciri morfometrik, proporsi tinggi badan dan lebar badan ikan G2N-mitotik mempunyai nilai rataan yang lebih besar daripada K2N, sedangkan proporsi panjang total dan panjang usus mempunyai nilai rataan yang lebih kecil dari K2N.
Koefisien keragaman ciri meristik G2N Mitotik pada umumnya lebih rendah daripada K2N, kecuali pada karakter jumlah jari-jari lemah sirip punggung dan jumlah sisik pada linea lateralis. Sedangkan koefisien keragaman. pro- porsi ciri-ciri morfometrik G2N-mitotik lebih besar dari K2N…dst
