Pengaruh siklus pencahayaan (fotoperiodik) terhadap produksi rotifera Brachionus plicatilis
View/ Open
Date
2002Author
Sumartini, Entin
Djokosetiyanto, D.
Nirmala, Kukuh
Metadata
Show full item recordAbstract
Penyediaan pakan alami dengan jumlah, ukuran, mutu dan waktu pemberian pakan yang tepat dapat memperkecil mortalitas larva dalam menopang usaha pembenihan. Rotifera Brachionus plicatilis merupakan jasad pakan alami yang sangat penting dan digunakan secara luas pada pembiakan larva ikan-ikan laut. Pemberian manipulasi lingkungan berupa kualitas dan kuantitas pencahayaan diharapkan mampu meningkatkan produksi rotifera. Fotoperiodik berpengaruh terhadap aktivitas endokrin yang dapat mempengaruhi perkawinan, pematangan dan pelepasan telur atau anak, penetasan, molting dan kematian zooplankton. Hal tersebut diduga dapat mempengaruhi jumlah telur dan populasi zooplankton di perairan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh siklus pencahayaan (fotoperiodik) terang-gelap dengan intensitas cahaya + 1 500 lux terhadap pertumbuhan populasi, jumlah telur serta ukuran panjang dan lebar lorika rotifera Brachionis plicatilis.
Penelitian dilaksanakan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Bojonegara, Serang, Banten, pada bulan Juni sampai November 1998. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yaitu fotoperiodik terang-gelap (TG) (6:18) jam, TG (12:12) jam, TG (18:6) jam, dan TG (24:0) jam. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Brachionus plicatilis diinokulasikan dengan kepadatan awal 10 ind./ml ke wadah penelitian dengan volume efektif 8 liter dengan salinitas media 20 Sistem pencahayaan menggunakan lampu Flourescent (standard-TL) 20 watt yang dipasang sebanyak 2 buah pada masing-masing perlakuan dengan intensitas cahaya + 1 500 lux. Ganti air dilakukan setiap pagi yang dilanjutkan dengan pemberian pakan. Komposisi pakan rotifera terdiri dari 0.3 g/sejuta rotifera pakan ragi roti (Saccharomyces cerevisiae), 100 ml/l alga laut Chlorella sp., 0.01 ml/1 vitamin B12 cair dan 0.1 µg/ml vitamin E.
Parameter utama yang diamati adalah kepadatan populasi, jumlah telur, ukuran panjang dan lebar lorika Brachionus plicatilis serta kualitas air sebagai parameter penunjang. Data diinformasikan dalam bentuk tabel dan grafik yang kemudian dianalisa dengan analisa deskriptif.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi rotifera tumbuh relatif lebih cepat dari hari ke-3 sampai hari ke-6 pada fotoperiodik TG (18:6) jam akan tetapi puncak populasi rata-rata harian tertinggi dicapai oleh perlakuan TG (12:12) jam pada hari ke-7 sebesar 262.7 ind./ml. Hal ini karena TG (12:12) sesuai dengan kondisi alami habitat rotifera Brachionus plicatilis sehingga reproduksi berjalan optimal karena tidak ada alokasi energi untuk adaptasi dan fotokinetik. Kultur hari..dst
