Show simple item record

dc.contributor.advisorAmarullah, Ibnu Katsir
dc.contributor.advisorAhmad, Baihaqi H.
dc.contributor.authorMashudi
dc.date.accessioned2024-03-07T07:10:04Z
dc.date.available2024-03-07T07:10:04Z
dc.date.issued1985
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141226
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan selama enam minggu mulai tanggal 28 Oktober sampai 9 Desember 1984, di Kompleks Baranangsiang, Bogor. Penelitian ini menggunakan 40 ekor ayam kampung dimulai dari umur delapan minggu dengan bobot badan rataan 516.8 + 155.5 gram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis, apakah substitusi ransum komersial dengan dedak halus masih dapat memberi hasil yang maksimum terhadap ayam kampung, serta untuk mengetahui sampai seberapa jauh kebutuhan energi dan proteinnya. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (Berblok) yang terdiri dari empat perlakuan dengan dua kelompok yaitu diatas dan dibawah bobot badan rata-rata. Ke empat macam perlakuan tersebut adalah perlakuan K = 100% ransum komersial; perlakuan KD10 = 90 % ransum komersial + 10% dedak halus; perlakuan KD20 = 80 % ransum komersial + 20% dedak halus; dan per- lakuan KD30 = 70 % ransum komersial + 30% dedak halus. Kandungan protein kasar dan energi metabolis dari setiap perlakuan K, KD10, KD20 dan KD30 berturut-turut ada- #301 lah 19.96 % dan 2900 3200 kkal/kg, 19.12 % dan 2773 - 3043 kkal/kg; 18.29 % dan 2646 - 2886 kkal/kg; 17.45 % dan 2519 - 2729 kkal/kg. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa substitusi ransum komersial dengan dedak halus berpengaruh nyata (P0.05) terhadap pertambahan bobot badan dan energi me- tabolis, dan berpengaruh sangat nyata (P0.01) terhadap koefisien metabolis dan retensi protein. Hasil uji jarak Duncan menunjukkan bahwa pertambahan bobot badan antar perlakuan K, KD10, KD20 dan KDz0 tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P 70.05). Koefisien metabolis ayam yang diberi perlakuan K sangat nyata lebih tinggi (P0.01) dari pada KD10 dan. KD30, dan antara KD20 dengan KD30 sangat berbeda nyata, sedangkan antara K de ngan KD KD20 dan antara KD10 dengan KD30 berbeda nyata (P0.05), tetapi antara KD10 dengan KD20 tidak berbeda nyata. Energi metabolis perlakuan K nyata lebih tinggi (P(0.05) dari pada KD10 dan KD30, tetapi tidak berbeda nyata dengan KD20, dan antara KD10, KD20 dan KD30 tidak…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKetersediaan energi dan protein asal kombinasi ransum komersial dengan dedak halus pada ayam kampung umur 8id
dc.subject.ddc14 mingguid
dc.titleKetersediaan energi dan protein asal kombinasi ransum komersial dengan dedak halus pada ayam kampung umur 8 - 14 mingguid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record