| dc.description.abstract | an Dengan adanya penebangan akan terjadi perubahan terhadap struktur tegakan dan besarnya perubahan tersebut tergantung pada tingkat kerusakan yang terjadi akibat penebangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dinamika struktur tegakan kelompok jenis komersil di areal kerja HPH PT. Siak Raya Timber setelah penebangan, sehingga dapat diduga bentuk perlakuan yang diperlukan untuk mendapatkan bentuk struktur tegakan yang menguntungkan.
Hipotesis dari penelitian ini adalah bahwa banyaknya pohon yang terdapat pada suatu kelas diameter tertentu pada At tahun setelah keadaan tertentu (t) sama dengan banyaknya pohon mula-mula (N.), ditambah dengan banyaknya pohon yang masuk ke dalam kelas diameter itu selama waktu At. dikurangi dengan banyaknya pohon yang keluar dari kelas diameter itu (naik ke kelas diameter berikutnya) dan banyaknya pohon yang mati selama waktu At tahun tersebut.
Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam pembentukkan model dinamika struktur tegakan adalah:
1.Besarnya ingrowth, upgrowth, dan mortality untuk setiap periode 5 tahun setelah penebangan dianggap konstan,
2. Besarnya ingrowth, upgrowth, dan mortality tidak dipengaruhi oleh pola dan besarnya intensitas penebangan.
Sedangkan dalam melakukan proyeksi struktur tegakan digunakan asumsi bahwa jumlah pohon maksimal dalam tegakan penelitian adalah sama dengan jumlah pohon dalam tegakan atau struktur pembandingnya pembandingnya atau jumlah pohon tegakan tersebut saat inventarisasi. Penelitian dimulai tanggal 23 Agustus hingga 13 November 1996 di Laboratorium Komputer Biometrika Hutan, Jurusan Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan IPB.
Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Petak Percobaan Permanen (PPP) Fakultas Kehutanan IPB yang terletak di areal kerja HPH PT. Siak Raya Timber, Propinsi DATI I Riau. PPP yang digunakan dalam penelitian ini adalah PPP 10 (berkerapatan tinggi) dan PPP 12 (berkerapatan rendah). Luas masing-masing PPP 1,0 ha dan merupakan tegakan hasil penebangan tahun 1983/1984. Pengukuran vang kedua terhadap kedua tegakan dilakukan pada akhir bulan Juli 1996. Sedangkan data pengukuran pertama diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya. Pemilihan PPP dilakukan secara purpossive sedangkan pengukuran diameter setinggi dada (DBH) dan nama jenis diambil secara sensus dalam setiap PPP…dst | id |