Pengaruh hormon 17 alpha-metiltestosteron terhadap perubahan jenis kelamin ikan Mas (Cyprinus carpio Linn.) berumur 5, 10, dan 15 hari
View/ Open
Date
1993Author
Violeta, Evi Viola
Sumantadinata, Komar
Raswin, M.M.
Metadata
Show full item recordAbstract
Percobaan dilakukan di kolam percobaan Babakan, Drama- ga, Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor selama 210 hari dari tanggal 30 Oktober 1992 sampai dengan 30 Mei 1993. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon 17a-MT dengan dosis 100 mg/kg makanan terhadap perubahan kelamin ikan mas berumur 5, 10 dan 15 hari hasil perkawinan biasa (PB) dan hasil ginogenesis (G-2N).
Wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran (25X25X25) cm³, (60X60X35) cm³ dan bak semen berukuran (100X100X50) cm³ untuk pembesaran.
Perlakuan dalam percobaan ini adalah pemberian hormon lewat makanan buatan pada ikan-ikan uji dengan umur ikan pada awal perlakuan berbeda, yaitu perlakuan (A) umur 5 hari (B) umur 10 hari (C) umur 15 hari dan (D) kontrol.
Makanan yang digunakan adalah makanan alami dan makanan buatan. Makanan alami terdiri dari artemia dan tubifeks sedangkan makanan buatan terdiri dari dua bagian yaitu makanan yang mengandung hormon untuk ikan uji perlakuan A, B dan C selama 40 hari serta makanan buatan yang tidak mengandung hormon untuk ikan kontrol dan makanan semua ikan pada waktu pembesaran. Makanan diberikan secara terus menerus hingga kenyang dengan frekuensi pemberian empat kali sehari. Pemberian dilakukan tiap harinya dengan per- bandingan tiga kali makanan berhormon dan sekali makanan tanpa hormon. Untuk ikan kontrol diberi makanan tanpa hor- mon dari mulai percobaan hingga akhir pembesaran dengan frekuensi pemberian yang sama yaitu empat kali sehari, pada pukul delapan pagi, dua belas siang, empat sore dan pukul lima sore. Untuk pukul lima sore semua perlakuan diberi makanan alami berupa artemia atau tubibeks dengan jumlah yang tidak berlebihan (sekedarnya), dengan maksud untuk melengkapi nilai gizi dari makanan buatan yang berupa pelet tersebut.
Parameter yang diamati adalah persentase kelangsungan hidup (SR), pertumbuhan dan jenis kelamin ikan. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif…dst
