Show simple item record

dc.contributor.advisorGardjito
dc.contributor.advisorYuwono, Arief Sabdo
dc.contributor.authorAsih, Yuyun Yuni
dc.date.accessioned2024-02-29T06:55:56Z
dc.date.available2024-02-29T06:55:56Z
dc.date.issued1997
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/140550
dc.description.abstractDaerah marjinal yang memiliki kondisi tanah kurang menguntungkan untuk bercocok tanam secara biasa, membutuhkan kuantitas air yang tinggi dalam penyiraman tanaman. Daerah ini membutuhkan suatu sistem alternatif dimana dengan memberikan jumlah air yang kecil, budidaya tanaman tetap dapat dilaksanakan. Salah satu sistem penanaman untuk daerah yang tidak dapat diusahakan bercocok tanam secara biasa, adalah dengan menggunakan sistem hidroponik (Slamet Soeseno, 1991). Pada sistem ini tanaman ditanam pada polybag yang disusun dalam bedeng tanaman berisi air, sehingga kebutuhan tanaman terhadap air diperoleh dari air yang berada pada bedeng tanaman. Agar usaha hidroponik menghasilkan keuntungan, usaha tersebut harus dilakukan dengan efisien, menggunakan bahan dan peralatan yang sederhana dan murah misalnya dengan menggunakan media tumbuh sekam. Penggunaan sekam sebagai media tumbuh non tanah merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan limbah pertanian Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan media non tanah campuran pasir dan arang sekam dalam sistem usaha tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas (L) Lam) dan sawi (Brassica juncea) untuk daerah marjinal mempelajari karakteristik fisik (kapilaritas, kadar air)....id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSistem usaha tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas L.) Lam.) dan sawi (Brassica juncea) dengan media non tanah untuk daerah marjinalid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record