Kerentanan benih Udang Windu (Penaeus monodon Fabr.) stadia mysis dan post larva asal Sulawesi Selatan terhadap infeksi Monodon Baculovirus (MBV)
Abstract
Penyakit yang disebabkan oleh virus MBV banyak menyebabkan kematian sehingga merupakan problem penting dalam budidaya udang windu (Lightner dan Redman 1981).
Nash et al (1988) melaporkan adanya serangan virus MBV di Indonesia pertama kali terjadi pada tambak udang windu yang mendapat suplai benih dari hatchery yang ada di Jawa Barat. Kematian dapat mencapai 90% setelah dua minggu sejak gejala awal terlihat.
Dalam penyebarannya MBV dapat menular secara vertikal dari induk kepada keturunannya melalui penempelan virus MBV pada permukaan telur dan secara horizontal dari satu udang ke udang lain, sehingga udang windu pada stadia awal dapat terinfeksi oleh virus MBV (Lightner 1983).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan MBV pada induk udang windu, lama perendaman dan waktu inkubasi yang efektif untuk introduksi virus MBV dan untuk mengetahui tingkat kerentanan larva udang windu yang diintroduksi virus MBV.
Penelitian dilakukan pada tiga lokasi yaitu di Unit Hatchery TIR Labuan, Pandeglang sebagai tempat pengadaan larva sampai stadia nauplius. Pusat Studi Ilmu Kelautan (PSIK)-IPB Ancol, Jakarta sebagai tempat pemeliharaan larva dan post larva dan perlakuan larva terhadap infeksi MBV serta Laboratorium Kesehatan Ikan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan, IPB sebagai tempat pembuatan inokulum MBV, pembuatan sediaan histologi dan analisis MBV berdasarkan preparat jaringan. ...
