View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perbedaan tingkat konsentrasi oksigen terlarut terhadap perkembangan stadium Zoea 1 sampai Post Larva 5 Udang Windu (penaeus monodon fabricius)

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (17.28Mb)
      Date
      1995
      Author
      Harjoko, Benny Baruna
      Wardoyo, Soepomo Th.
      Hariyadi, Sigid
      Wibowo, Heru
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tujuan Penelitian adalah untuk mengkaji berapa tingkat konsentrasi oksigen terlarut minimal yang dibutuhkan oleh stadium larva sampai stadium post larva 5 udang windu dan pengaruh perbedaan tingkat konsentrasi oksigen terlarut terhadap periode dan frekuensi molting dalam stadium larva dan post larva udang windu. Penelitian dilaksanakan di UPU Gelung, Situbondo, Jawa Timur dari tanggal 23 Maret-28 April 1995. Peralatan yang digunakan dibagi atas peralatan untuk pemeliharaan (stoples kaca 5 Lt 3 buah dan bak plastik 20 Lt 12 buah) dan peralatan untuk pengukuran nilai kualitas air (DO meter, refraktometer, pH meter, termometer, penggaris dan mikroskop binokuler) serta peralatan untuk penyiponan dan pergantian air. Penelitian dibagi menjadi 2 tahap. Tahap I tiap stadium (nauplius, zoea, mysis dan PL) ditempatkan dalam stoples kaca yang sebelumnya telah diaerasi dengan kecepatan diatas 2 liter/menit selama 1 jam. Kepadatan yang dipakai adalah 1600 ekor/L. Pengamatan di tahap I ini meliputi tingkah laku hewan uji terhadap perubahan konsentrasi oksigen terlarut. Pengamatan dihentikan ketika hewan uji telah mati semua dan hasil pengamatan tahap I ini digunakan sebagai pedoman menentukan nilai perlakuan di tahap II. Pengamatan di tahap II menggunakan hewan uji larva udang windu stadium nauplius 3-4 (18-20 jam dari penetasan). Wadah yang digunakan adalah bak plastik berukuran 20 liter (diisi air 16 liter) dengan kepadatan hewan uji 100 ekor/L. Pengamatan yang dilakukan meliputi pertumbuhan (Waktu yang dicapai hewan uji saat stadium. mysis 1 dan PL 1 serta panjang hewan uji pada akhir pemeliharaan) dan kelangsungan hidup. Pengamatan dihentikan ketika di salah satu perlakuan telah menginjak stadium post larva 5. Rancangan dalam penelitian ini adalah RAL dengan analisa keragaman yang dilanjutkan dengan uji BNJ dan analisa deskriptif. Pengamatan diulang 3 kali, sedangkan konsentrasi oksigen terlarut yang digunakan sebagai perlakuan adalah 5,9±0,1 mg/L sebagai perlakuan A, 5,2±0,1 mg/L sebagai perlakuan B, 4,4±0,1 mg/L sebagai perlakuan C dan 6,4±0,1 sebagai perlakuan kontrol. Hasil pengamatan penelitian menunjukkan bahwa di stadium nauplius dan zoea terjadi kematian total di konsentrasi oksigen terlarut sebesar 3,66 mg/L. Sedangkan stadium mysis dan PL kematian total terjadi di titik 4,39 mg/L. Berdasarkan uji statistik terhadap waktu yang ditempuh hewan uji saat mencapai mysis 1 menunjukkan hasil yang sangat berbeda nyata (t.k. 99%) dan melalui uji lanjutan BNJ diketahui perlakuan A dan K sangat berbeda nyata (t.k. 99%) terhadap perlakuan C, sedangkan terhadap perlakuan B menunjukkan hasil yang berbeda nyata (95%). Waktu yang ditempuh hewan uji saat mencapai stadium post larva 1 tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata dan hasil ini juga terjadi dalam pengamatan terhadap panjang hewan uji pada akhir pemeliharaan, tetapi dari data yang ada perlakuan A memberikan hasil yang lebih baik daripada perlakuan yang lain. Pengamatan terhadap jumlah hewan uji saat mencapai stadium mysis 1 menunjukkan hasil yang berbeda nyata (t.k. 95%) dan melalui uji lanjutan hanya perlakuan A terhadap C yang menunjukkan hasil berbeda nyata (t.k. 95%). Pengamatan terhadap jumlah hewan uji pada akhir pemeliharaan dan nilai kelangsungan hidup menunjukkan bahwa perlakuan A memberikan hasil yang lebih baik daripada perlakuan lainnya. Parameter yang terukur selama pemeliharaan masih dalam kisaran yang baik untuk pertumbuhan hewan uji.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/140328
      Collections
      • UT - Aquatic Product Technology [2462]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository