| dc.description.abstract | Artemia salina telah digunakan secara luas dalam akuakultur sebagai makanan yang baik untuk ikan laut dan krustasea. Namun Artemia salina strain tertentu memiliki komposisi nutrisi yang tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan gizi larva, antara lain adanya variasi dari kadar asam lemak tidak jenuh jamak berantai panjang (HUFA) seperti asam eicosapentaenoat dan decosaheksanoat, yang secara langsung akan menyebabkan hasil kultur benih udang yang bervariasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan, yaitu pemberian Saccharomyces cerevi- seae-minyak ikan; Chlorella sp. (spesies laut) untuk mengubah kualitas gizi Artemia salina terhadap derajat kelangsungan hidup benih udang windu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter penunjang adalah pertambahan panjang mutlak, sedangkan parameter kualitas air yang diukur adalah salinitas, suhu, pH dan amonia.
Kelangsungan hidup benih udang yang diberi Artemia saling yang telah diberi makanan Chlorella sp. (spesies laut) yaitu 93,10 % atau Saccharomyces cereviseae-minyak ikan (89,76 %), lebih baik dibandingkan dengan benih udang yang diberi Artemia salina tanpa diberi perlakuan sebelum- nya (69,28 %). Dari kedua perlakuan tersebut ternyata benih udang yang diberi Artemia salina yang sebelumny a telah diberi Chlorella sp. (spesies laut) mempunyai kelang- sungan hidup yang tertinggi. Pertambahan panjang benih udang dari ketiga perlakuan menunjukkan hasil yang sama. Kualitas air yang diamati ternyata masih dalam batas- batas yang layak untuk pertumbuhan benih udang… | id |