View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penggunaan sperma ikan kowan (Ctenopharynaogon idelia C.V.) pada ginogenesis ikan mas (Cyprinus carpio L.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (8.074Mb)
      Date
      1989
      Author
      Ignatius Mulyadi A.
      Sumantadinata, Komar
      Affandi, Ridwan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan penggunaan sperma ikan kowan pada ginogenesis ikan mas. Keberhasilan ginogenesis ini diharapkan dapat mempermudah identifikasi benih hasil ginogenesis. Pada penelitian ini digunakan induk ikan mas betina ras Majalaya berwarna hitam. Sperma diperoleh dari seekor induk ikan mas jantan berwarna kuning serta seekor induk ikan kowan berwarna abu-abu keperakan. Sperma ikan kowan diradiasi dengan 2 buah lampu ultraviolet 15 watt, berjarak 15 cm selama 3 menit. Perlakuan yang diberikan adalah kontrol normal, yaitu pencampuran telur ikan mas dengan sperma ikan mas. kontrol Hibrid yaitu pencampuran telur ikan mas dengan sperma ikan kowan yang tidak diradiasi dan tidak dilanjutkan dengan kejutan panas. Kontrol UV yaitu pencampuran telur ikan mas dengan sperma ikan kowan yang telah diradiasi selama 3 menit tanpa diikuti dengan kejutan panas, serta perlakuan waktu awal kejutan panas yaitu pencampuran telur ikan mas dengan sperma ikan kowan yang sudah diradiasi selama lanjutkan dengan kejutan panas 3,0 menit 40° C dengan dan diwaktu awal kejutan 2, 3, 4, 5 menit setelah pembuahan pada suhu dasar pembuahan 25° C. Keberhasilan proses ginogenesis diukur berdasarkan tingkat perkembangan telur (DR), tingkat kelangsungan hidup embrio (SR), jumlah embrio diploid ginogenetik (DG) dan jumlah embrio yang menunjukkan gejala haploid (HS), tingkat kelangsungan hidup larva berumur 7 hari (SRL-7) serta pengamatan meristik jumlah sisik pada linea lateralis (LL), jumlah jari-jari sirip punggung (D), dan jumlah jari-jari sirip anal (A). Hasil penelitian menunjukkan bahwa DR dan SR tertinggi didapatkan pada perlakuan kontrol normal yaitu sebesar 84,94 % dan 78,53%, hal ini menunjukkan bahwa kualitas telur yang digunakan bagus. DR terendah didapatkan pada perlakuan waktu awal kejutan panas 5 menit setelah pembuahan (23,78 %) serta SR terendah pada kontrol UV yaitu sebesar 11,46 %...dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/140046
      Collections
      • UT - Aquatic Product Technology [2462]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository