Show simple item record

dc.contributor.advisorSumantadinata, Komar
dc.contributor.advisorSoewardi, Kadarwan
dc.contributor.authorRahayuni, Evi
dc.date.accessioned2024-02-26T03:36:21Z
dc.date.available2024-02-26T03:36:21Z
dc.date.issued1990
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139912
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan ciri-ciri meristik dan morfometrik pola sisik dan warna serta stabilitas perkembangan generasi pertama diploid ginogenetik meiotik dan mitotik ikan mas. Pelaksanaannya dilakukan mulai bulan Juni sampai dengan Oktober 1989 di Laboratorium Pengembangbiakan Ikan Kolam Percobaan Babakan, Fakultas Perikanan IPB Bogor. Sperma yang digunakan berasal dari ikan mas dan tawes (Puntius javanicus Blkr.), sedangkan telur diperoleh dari ikan mas sinyonya berwarna kuning. Ikan uji yang digunakan adalah (1) hasil pembuahan biasa antara telur dan sperma ikan mas (K2N), (2) hasil pembuahan secara ginogenesis yakni pembuahan antara telur ikan mas dengan sperma ikan tawes yang telah diiradiasi dengan lampu UV dan kemudian 2, 3, 4 menit setelah pembuahan dilanjutkan dengan pemberian kejutan panas pada suhu 40°C selama 1,5 menit (G2N-meiotik) dan (3) dengan cara yang sama dengan (2) tetapi disini kejutan panas dilakukan 40,, 42, 44 menit setelah pembuahan (G2N-mitotik). Nilai peubah ciri meristik dan morfometrik dianalisis secara deskriptif dengan menghitung nilai rataan simpangan baku (SD), ragam (V) dan koefisien keragaman (x) (CV) dan dilanjutkan dengan uji F dan t-student (Steel and Torrie, 1981). Pola sisik dan warna dihitung berdasarkan persentase keberadaannya. Untuk stabilitas perkembangan dilakukan penghitungan jumlah individu asimetri dan abnormalitas serta fluktuasi asimetri (Leary et al., 1985). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kedua tipe G2N memiliki nilai rataan yang lebih rendah dari K2N untuk ciri meristik. Sedangkan untuk ciri morfometrik keturunan G2N memiliki nilai rataan yang lebih tinggi. Koefisien keragaman (CV) baik pada ciri meristik maupun morfometrik memperlihatkan nilai yang terbesar pada G2N-mitotik, terkecil pada K2N. Sedangkan G2N-meiotik mempunyai nilai yang berada diantara keduanya. Semua keturunan G2N memiliki pola sisik penuh (Scaled) dengan genotip SSnn…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPenampilan generasi pertama diploid ginogenetik meiotik dan mitotik ikan mas (Cyprinus carpio L.) Sinyonya Kuningid
dc.titlePenampilan generasi pertama diploid ginogenetik meiotik dan mitotik ikan mas (Cyprinus carpio L.) Sinyonya Kuningid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record