| dc.description.abstract | Hutan Tanaman Industri (HTI) diperlukan untuk merehabilitasi tanah-tanah kritis dan untuk memenuhi kebutuhan kayu masyarakat padamumnya dan industri pada khususnya. Namun seringkali reboisasi atau permudaan mengalami kegagalan akibat kondisi lahan yang miskin unsur hara, masam, kering dan ketidakmampuan anakan beradaptasi dengan lingkungan yang marginal tersebut.
Dua pendekatan ekologis yang digunakan untuk mengatasi kendala lahan yang demikian adalah strategi pemilihan jenis dan pengadaan bibit yang berkualitas baik, dalam jumlah yang cukup dan waktu yang tepat. Aplikasi bioteknologi dalam hal ini dapat digunakan untuk menunjang berhasilnya HTI.
Paraserianthes falcataria sebagai salah satu jenis terpilih dalam reboisasi dan HTI merupakan jenis yang cukup komersil yang pantas untuk dikembangkan.
Diketahui bahwa pada perakaran P. falcataria terdapat bintil akar yang merupakan bentuk ikatan simbiosisnya dengan bakteri Rhizobium. Bakteri ini sangat membantu dalam pengikatan nitrogen dari udara sehingga tersedia bagi tanaman. | id |