Pengaruh Pemberian Campuran Minyak Ikan Dan Minyak Jagung Dengan Kadar Berbeda Dalam Makanan Buatan Terhadap Pertumbuhan Benih Udang Windu (Penaeus monodon Fab.)
View/ Open
Date
1987Author
Laksmita, I Gusti Ayu
Adiwilaga, Enam M.
Mokoginta, Ing
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui campuran sumber lemak (minyak ikan dan minyak jagüng) dengan perban- dingan yang baik, yang digunakan untuk meningkatkan kualitas makanan buatan, dengan membandingkan laju pertumbuhan harian sebagai faktor yang diuji. Sedangkan nilai efisiensi makanan dan nilai kelangsungan hidup sebagai faktor penunjang.
Penelitian ini dilakukan di Balai Budidaya Air Payau Jepara, Jawa Tengah, dari tanggal 3 Oktober 1986 sampai 31 Oktober 1986.
Wadah yang digunakan adalah wadah kayu beralaskan plastik, dengan panjang 60 cm dan lebar 50 cm serta tinggi 40 cm. Air pada wadah diusahakan setinggi 25 cm dan diaera- si terus menerus. Setiap hari sepertiga dari volume air dibuang melalui penyiponan dan diganti dengan air yang se- gar. Pasir digunakan sebagai substrat dalam penelitian ini.
Udang yang digunakan adalah udang windu pada stadia. larva yaitu PL 55 dengan berat awal rata-rata 0.15 gram perekor. Padat penebaran yang digunakan adalah 21 ekor perwadah (70 ekor per m²).
Makanan yang diberikan berupa crumble (remah) dengan kadar protein rata-rata 40 persen, sebanyak 20 persen dari biomassa udang. Pemberian makanan dilakukan dua kali sehari pada pukul 18.00 dan 24.00. Penyesuaian jumlah makanan dilakukan seminggu sekali.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap de- ngan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A, B dan C di- berikan tambahan lemak berupa minyak ikan dan minyak jagung sebesar 6 persen dengan perbandingan 1:1, 2: 1 dan 3: 1. Sedangkan perlakuan D sebagai perlakuan kontrol, tidak di- tambahkan minyak ikan maupun minyak jagung sebagai lemak tambahan.
Hasil analisa laju pertumbuhan harian yang diuji me- nunjukkan nilai sebesar 4.1034 persen untuk perlakuan A, 4.1376 persen untuk perlakuan B, dan 4.4131 persen untuk perlakuan C serta 4.3085 persen untuk perlakuan D (kontrol). Nilai efisiensi makanan pada perlakuan A, B, C dan D berturut-turut sebagai berikut: 21.61 persen, 23.58 persen, 20.70 persen dan 19.11 persen…dst
