View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Tepung kedelai, tempe dan bungkil kedelai sebagai sumber protein makanan juwana udang windu ( Peaneus monodon Fab. )

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (13.08Mb)
      Date
      1987
      Author
      Fadli, Indrawan
      Mokoginta, Ing
      Surawidjaja, Enang Harris
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh peng- olahan kedelai yaitu bungkil kedelai; biji kedelai; kede- lai yang difermentasi dalam makanan buatan terhadap per- tumbuhan juwana udang windu. Sebagai faktor penunjang, dibahas pula tentang efisiensi makanan dan tingkat kelang- sungan hidup. Penelitian ini dilakukan di Kolam Percobaan Babakan, Fakultas Perikanan IPB, Darmaga dari tanggal 19 April 1987 sampai dengan tanggal 28 Mei 1987. Wadah yang digunakan sebagai tempat pemeliharaan udang adalah berupa akuarium kaca berukuran 60 x 50 x 40 senti- meter kubik. Pada wadah ini dibuat sistim resirkulasi tipe air-lift dengan dasar wadah double bottom dan menggu- nakan batuan zeolit sebagai penyaring. Air laut pada wadah diusahakan setinggi 25 cm dan salinitas dipertahankan anta- та 17 - 20 ppt. Udang yang digunakan adalah udang windu pada stadia post larva 60 (PL 60) dengan berat awal rata-rata 0,17 gram per ekor. Padat penebaran yang digunakan adalah 20 ekor per wadah (70 ekor per meter persegi). Makanan yang diberikan berupa remah (crumble) dengan kadar protein 40 persen, sebanyak 20 persen dari biomassa udang. Pemberian makanan dilakukan dua kali sehari yaitu pada pukul 06.00 dan pukul 18.00. Penyesuaian makanan dilakukan setiap 10 hari sekali. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah pemberian makanan buatan dengan menggunakan tempe, bungkil kedelai dan biji kedelai sebagai salah satu sumber proteinnya. Nilai laju pertumbuhan harian yang dihasilkan dari makanan tempe, bungkil kedelai dan biji kedelai masing- masing adalah 3,14 persen, 3,49 persen dan 3,28 persen. Nilai efisiensi makanan pada perlakuan makanan tempe adalah 14,82 persen, pada perlakuan makanan bungkil kede- lai sebesar 16,12 persen dan pada perlakuan makanan biji kedelai sebesar 15,92 persen. Tingkat kelangsungan hidup dari perlakuan makanan tempe diperoleh sebesar 93,33 persen, pada perlakuan ma- kanan bungkil kedelai sebesar 95,00 persen dan pada per- lakuan makanan biji kedelai sebesar 91,67 persen…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136977
      Collections
      • UT - Aquatic Product Technology [2462]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository