Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Garut (Maranta arundinacea Linn.) pada Cekaman Ganda Naungan dan Air
Abstract
Tanaman garut merupakan komoditas potensial sumber karbohidrat, protein,
vitamin, lemak, mineral, dan serat. Budidaya tanaman garut umumnya dilakukan di
bawah tegakan hutan atau tanaman kayu pekarangan sehingga meningkatkan
produktivitas lahan. Perubahan iklim global mengakibatkan perubahan pola curah
hujan sehingga mengakibatkan curah hujan tinggi dan mengalami banjir pada suatu
wilayah dan kekeringan pada daerah lainnya. Cekaman genangan dan kekeringan
berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang terlihat
pada penurunan aktivitas fotosintesis, penyerapan unsur hara, pertumbuhan
vegetatif, dan generatif. Toleransi tanaman garut terhadap cekaman naungan,
genangan dan kekeringan belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui tingkat toleransi tanaman garut pada cekaman naungan, genangan dan
kekeringan.
Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Jambegede Balai Penelitian
Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Dusun Keras Desa Kemiri Kepanjen
Malang pada Agustus 2022- Juni 2023. Percobaan terdiri dari dua faktor yaitu
tingkat naungan (0%, 25%, 50%, 75%) dan level cekaman air (Tergenang 5 hari,
10 hari, 15 hari, interval penyiraman 5 hari, 10 hari, 15 hari, 20 hari). Perlakuan
diterapkan pada rancangan tersarang pada naungan dalam kelompok teracak
lengkap. Percobaan terdiri dari 3 kelompok sehingga jumlah satuan percobaan
adalah 4 x 7 x 3 = 84 satuan percobaan. Pengamatan dilakukan pada karakter
aktivitas fotosintesis, kandungan pigmen daun, serapan unsur hara (N, P, K, Ca, Mg,
Fe), pertumbuhan batang tanaman (tinggi, jumlah, diameter, bobot basah dan
kering), daun (jumlah, luas, bobot), akar (jumlah, panjang, volume, bobot), dan
umbi (jumlah, panjang, diameter, bobot).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas naungan menurunkan
aktivitas fotosintesis, konduktansi stomata, transpirasi, jumlah dan diamater batang,
jumlah dan total luas daun, jumlah dan panjang akar, bobot akar, batang, daun, dan
serapan hara P dan Fe. Cekaman naungan meningkatkan tinggi tanaman, luas helai
daun, bobot umbi, serapan hara N, dan mempertahankan kandungan pigmen daun.
Cekaman genangan meningkatkan jumlah akar adventif, bobot akar, panjang akar,
bobot batang, bobot daun, bobot umbi, dan serapan Fe. Cekaman genangan
menurunkan kandungan pigmen daun, serapan hara N, dan P. Cekaman kekeringan
meningkatkan kandungan pigmen daun namun menurunkan pertumbuhan semua
karakter vegetatif dan generatif tanaman garut. Kandungan flavonoid, fenolik, dan
antioksidan daun paling tinggi diperoleh pada naungan 0% dan 75%. Kandungan
flavonoid dan antioksidan umbi paling tinggi diperoleh pada naungan 0% dan 25%
sedangkan kandungan fenolik pada naungan 50% dan 75%. Kandungan flavonoid,
fenolik, dan antioksidan daun paling tinggi diperoleh pada cekaman kekeringan
daripada cekaman genangan sedangkan kandungan flavonoid, fenolik, dan
antioksidan umbi paling tinggi diperoleh pada cekaman genangan. Tanaman garut
memberikan hasil tertinggi pada naungan 50% dan 75%. Cekaman genangan
hingga 15 hari dan interval pengairan 10 hari masih memberikan pertumbuhan
vegetatif dan hasil tertinggi.
Collections
- MT - Agriculture [3994]
