Efektivitas resin lebah untuk pencegahan dan pengobatan infeksi bakteri aeromonas hydrophila pada ikan maskoki carassius auratus
View/ Open
Date
2005Author
Pardede, Geetha Purwanita
Wahjuningrum, Dinamella
Nuryati, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Resin lebah merupakan zat yang berbentuk damar yang dikumpulkan lebah madu dari batang pohon. Zat ini kemudian dicampur dengan ludahnya dan digunakan sebagai lapisan pelindung utama pada sarang terhadap serangan virus dan bakteri. Senyawa kimia utama yang terkandung dalam resin lebah adalah flavonoid, dimana flavonoid merupakan suatu komponen yang bersifat antimikrobial.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara in vitro dan in vivo agar dapat diketahui efektivitas resin lebah, baik untuk pencegahan dan pengobatan pada ikan maskoki Carassius auratus yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila.
Bakteri A.hydrophila yang digunakan untuk penelitian ini diperoleh dari Balai Riset Perikanan Air Tawar Pasar Minggu. Ikan maskoki dengan bobot rata- rata sebesar 14.31 gram berasal dari petani di Ciseeng, serta resin lebah yang digunakan berupa produk dari propolis gold.
Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: 1) Mencari konsentrasi bakteri yang dapat dimasukkan kedalam tubuh ikan uji, dimana ikan uji mati sebanyak 50% pada batas waktu tertentu (LD50). 2) Uji antibakteri secara in vitro dengan menggunakan metode kertas cakram. 3) Uji efektivitas resin lebah secara in vivo dengan menggunakan 2 kontrol dan 2 perlakuan yaitu kontrol negatif, kontrol positif, pencegahan, dan pengobatan.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa secara in vitro resin lebah mempunyai sifat antibakterial terhadap bakteri A. hydrophila yang ditunjukkan dengan adanya zona bening di sekitar kertas cakram, dengan konsentrasi efektif yang diperoleh sebesar 0.75 µl/ml. Dan pada uji in vivo pemberian resin lebah efektif untuk pencegahan dan pengobatan penyakit yang disebabkan oleh bakteri A.hydrophila pada ikan maskoki, pada konsentarasi 1.5 µl/ml untuk pencegahan dan 3 µl/ml untuk pengobatan. Dengan pemberian secara injeksi sebanyak 0.1 ml/14.31 gram bobot ikan (6.98 ml/kg bobot ikan). Hal ini dibuktikan dengan gejala klinis dan tingkat kematian yang lebih rendah daripada kontrol positif. Tingkat kematian yang diperoleh pada kontrol positif, pencegahan, dan pengobatan berturut-turut adalah 66.67%, 20% dan 30%.
