Show simple item record

dc.contributor.advisorHadiroseyani, Yani
dc.contributor.advisorNuryati, Sri
dc.contributor.authorFahdi, Muhammad
dc.date.accessioned2024-01-23T06:56:31Z
dc.date.available2024-01-23T06:56:31Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135740
dc.description.abstractHasil dari usaha di bidang perikanan ini merupakan aset yang besar bagi devisa negara dengan mencantumkan komoditas ikan hias sebagai salah satu penghasil ekspor komoditas budidaya perikanan. Berdasarkan data DKP, ekspor ikan hias pada 1997 tercatat sebanyak 810,13 ton dengan nilai US$3,16 juta meningkat menjadi 2.709,33 ton dengan nilai US$13,59 juta pada 2000 atau meningkat 297,96% dalam volume dan 212,11% dalam nilainya (Forek, 2005). Pengembangan usaha ikan hias ini tidak terlepas dari kendala dan permasalahan yang terus dihadapi oleh para pengusaha utamanya masalah kualitas dan kuantitas sejalan dengan semakin meningkatnya permintaan. Kendala masalah kuantitas terkait dengan jumlah produksi yang belum bisa memenuhi permintaan pasar dunia, sedangkan kualitas terkait dengan kondisi ikan hias yang baik yang selalu di hambat oleh penyakit. Seperti yang terjadi pada Hatchery Rizky Fish Farm yang diduga penyebab penyakit adalah bakteri. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri pada ikan red fin shark albino dan melakukan uji patogenitas bakteri tersebut...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcIkan red fin sharkid
dc.subject.ddcBakteriid
dc.titleIdentifikasi bakteri pada ikan Red fin shark albino ephalzeorphynchus frenatusid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record