View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh cendawan pembentuk endomikoriza dan urine kerbau terhadap pertumbuhan semai kapuk (Ceiba pentandra GAERTN) pada media tanah podsolik merah kuning

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (11.55Mb)
      Date
      1994
      Author
      Diyono, Kurmat
      Fakuara TS, M. Yahya
      Wilarso, Sri
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan semai kapuk (C. pentandra GAERTN) yang terbaik dari peng- gunaan cendawan pembentuk endomikoriza dan urine kerbau pada media tanah podzolik merah kuning. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan pola faktorial 2 x 4. Faktor pertama adalah penggunaan cendawan pembentuk endomikoriza (A), terdiri dari 2 taraf, yaitu A0= tanpa cendawan pembentuk endomikoriza dan Al dengan cendawan pembentuk endomikori- za. Faktor kedua adalah penggunaan urine kerbau (B), terdiri dari 4 taraf, yaitu B0= konsentrasi 0%, B1= konsentrasi 5%, B2= konsentrasi 10% dan B3= konsentrasi 15%. Masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali ulangan. Pengamatan meliputi rata-rata pertambahan tinggi, dia- meter, berat kering total dan rasio pucuk akar. Utikom Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penggunaan endomikoriza dan urine tidak memberikan pengaruh terhadap pertambahan tinggi, diameter, berat kering total dan rasio pucuk akar. Diduga bahwa cendawan pembentuk endomikoriza yang digunakan pada semai kapuk, belum aktif membantu penyera- pan unsur hara Hal ini terjadi karena endomikoriza akan terbentuk 2-3 bulan setelah inokulasi. Pada saat itu spora berkecambah dan berkembang dengan mengambil eksudat dari tanaman itu sendiri, sementara endomikoriza belum aktif membantu penyerapan unsur hara. Akibatnya pertumbu- han semai kapuk agak terlambat. Penggunaan urine kerbau sebanyak 12,5 ml pada setiap pemupukan, diduga belum cukup untuk memacu pertumbuhan ..dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135603
      Collections
      • UT - Forest Management [3208]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository