Pengaruh serapan gas amonia terhadap absorbansi optik lapisan polianilin
Abstract
Dalam penelitian ini digunakan bahan polianilin yang dibuat dalam bentuk lapisan tipis pada subtrat ITO dengan metode polimerisasi elektrokimia. Polianilin memberikan reaksi pada gas amonia dengan memperlihatkan peningkatan absorbansi berdasarkan penyerapan konsentrasi gas amonia yang bervariasi. Secara fisik respon polianilin terhadap gas amonia menunjukkan adanya perubahan warna hijau menjadi biru. Secara umum lapisan polianilin dapat merespon gas amonia pada konsentrasi tinggi. Panjang gelombang serapan polianilin ketika menyerap gas amonia bervariasi antara panjang gelombang 400 nm sampai 900 nm. Absorbansi optik lapisan polianilin diamati dengan menggunakan spektroskopi dengan mengukur absorbansi dalam rentang UV-VIS.
Dalam penelitian ini dibuat 2 sampel lapisan polianilin dengan variasi waktu dalam proses deposisi sehingga didapatkan ketebalan yang berbeda untuk masing-masing sampel yang dilakukan pada suhu ruang, secara langsung menghasilkan lapisan polianilin. Tebal lapisan pada sampel 1 adalah 6 µm yang dideposisi selama ± 7 menit dan pada sampel 2 tebalnya adalah 23 µm yang dideposisi selama ± 10 menit. Ketebalan lapisan polianilin sangat berpengaruh dalam pengukuran absorbansi. Secara umum dari hasil penelitian nilai absorbansi tertinggi berada pada daerah dengan panjang gelombang antara 500 sampai 600 nm dalam rentang merah. Sifat absorbsi suatu bahan sangat bergantung pada konsentrasi gas amonia.
Bentuk kurva kalibrasi yang diperoleh dari persamaan A=A exp [(a N)2] memperlihatkan hubungan yang linier antara In (A/Ao) terhadap konsentrasi. Besarnya konsentrasi amonia akan berbanding lurus dengan nilai absorbansi yang dihasilkan. Nilai koefisien absorpsi menunjukkan peningkatan secara linear terhadap besarnya konsentrasi amonia. Nilai koefisien absorbsi akan selalu berbeda untuk setiap konsentrasi amonia yang digunakan dalam penelitian ini.
Collections
- UT - Physics [1230]
