View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Metode Simpangan dari Persentase Optimum serta Sistem Diagnosis dan Rekomendasi Terintegrasi pada Evaluasi Status Hara Kelapa Sawit

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (298.5Kb)
      Fulltesk (1.316Mb)
      Lampiran (462.0Kb)
      Date
      2023-12-28
      Author
      Sitorus, Alberth Fernando
      Nugroho, Budi
      Pulunggono, Heru Bagus
      Anwar, Syaiful
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kelapa sawit merupakan tanaman penting dan berharga bagi Indonesia karena merupakan tanaman unggulan penghasil devisa bagi Indonesia. Seperti halnya tanaman pertanian pada umumnya kelapa sawit membutuhkan menajemen yang baik untuk dapat berproduksi tinggi. Biaya pemupukan pada usaha tani kelapa sawit umumnya menempati proporsi besar dari biaya, namun manajemen pemupukan yang dilaksanakan saat ini umumnya belum efektif dan efisien. Perencanaan pemupukan yang baik, memerlukan data evaluasi status hara tanaman, sehingga perencanaan program pemupukan sesuai dengan kondisi pertanaman yang diawali dengan diagnosis dan interpretasi status hara. Dua di antara banyak metode diagnosis adalah metode Deviation from Optimum Percentage (DOP) dan Diagnosis and Recommendation Integrated System (DRIS). Tujuan penelitian ini untuk menetapkan kadar hara standar spesifik lokasi, mengevaluasi dan membandingkan hasil status hara, dan membandingkan rekomendasi pemupukan berdasarkan hasil evaluasi status hara metode DOP dan DRIS. Penelitian ini dilakukan di kebun kelapa sawit dengan mengolah data sekunder PT Bumitama Gunajaya Agro pada tanaman menghasilkan. Data diambil dari kebun di Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Kotawaringin Timur pada blok pertanaman di tanah mineral. Metode penelitian terdiri dari penentuan area pengambilan sampel, pengumpulan data analisis tanaman (leaf sampling unit-LSU), data uji tanah (data pendukung), data produksi, dan data realisasi pemupukan. Selanjutnya peneraan umur tanaman, penghitungan awal dengan nilai standar penelitian sebelumnya, penentuan kadar hara standar baru, diagnosis hara dengan metode DOP dan DRIS, pengujian statistik, dan pemberian rekomendasi pemupukan berdasarkan hasil indeks DOP dan DRIS. Penggunaan metode DOP dan DRIS memperoleh nilai standar nitrogen, fosfor, kalium, kalsium dan magnesium pada spesifik lokasi penelitian berturut-turut sebesar 2,63%; 0,16%; 1,01%; 0,77%; dan 0,29%. Metode DRIS diperoleh N/P, N/K, N/Ca, N/Mg, P/K, P/Ca, P/Mg, K/Ca, K/Mg, dan Ca/Mg berturut-turut sebesar 16,05; 2,66; 3,51; 9,30; 0,17; 0,22; 0,58; 1,36; 3,59; dan 2,74. Hasil metode DOP dan DRIS menunjukkan nilai rata-rata yang sama dalam mengevaluasi status hara untuk kemungkinan adanya kelebihan atau kekurangan hara kelapa sawit. Urutan kebutuhan hara pada DRIS lebih bervariasi dibandingkan DOP. DOP menghasilkan urutan kebutuhan hara sebanyak 93 jenis variasi dan DRIS 107 jenis variasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urutan kebutuhan hara Ca>Mg>N>P>K pada kedua metode memiliki jumlah data terbanyak, didapati dominan di daerah Nanga Tayap (DOP 48 data dan DRIS 28 data) dilanjutkan Sei Melayu, Kendawangan, Kotawaringin, Mentaya, dan Pundu. Kalsium memiliki satuan indeks negatif paling banyak (62% dengan DOP) dan 58% dengan DRIS. Magnesium memiliki satuan indeks positif terbanyak, yaitu 55% dengan DOP dan 59% dengan DRIS dari keseluruhan data. Ca merupakan unsur hara yang paling melimpah pada kondisi kekurangan, Mg paling melimpah pada kondisi berlebih. Hasil rekomendasi dosis pemupukan berdasarkan hasil evaluasi status hara DOP dan DRIS menunjukkan rata-rata nilai yang sama atau mendekati dalam memberikan pengelolaan penambahan, tetap, atau pengurangan dosis pupuk kelapa sawit pada lokasi penelitian. Rata-rata nilai selisih antara DOP dan DRIS dalam pemberian dosis rekomendasi pemupukan, yaitu 1,89% untuk N, 1,74% P, 1,66% K, 0,95% Ca, dan 0,25% untuk Mg. Rata-rata dari keseluruhan data perlu penambahan dosis pupuk kapur tanah, dan pengurangan dosis dolomit dari realisasi pemupukan sebelumnya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133411
      Collections
      • MT - Agriculture [3994]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository