Show simple item record

dc.contributor.advisorDarmasetiawan, Hanedi
dc.contributor.advisorHandoko, Bambang
dc.contributor.authorSaputri, Sarikemala Hikmatul Hayatissalihah
dc.date.accessioned2023-12-19T08:43:55Z
dc.date.available2023-12-19T08:43:55Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133043
dc.description.abstractPemakaian karet busa sudah sangat luas sehingga industri karet busa menjadi salah satu konsumen lateks pekat terbesar di antara industri barang-barang lateks lainnya. Karet busa yang diperjualbelikan di pasaran umumnya diproduksi dari karet sintetis dan karet alam. Karet busa sintetis umumnya menimbulkan rasa panas jika digunakan dalam waktu yang relatif lama meskipun ringan. Karet busa alam umumnya elastis, sejuk saat digunakan tetapi jauh lebih berat dari karet sintetis dalam volum yang sama. Perbedaan elastis pada busa alam disebabkan oleh antara lain perbedaan struktur molekul antara karet alam dengan karet sintetis. Perbedaan panas dan sejuk kedua macam karet tersebut saat digunakan dapat disebabkan oleh beda karakteristik termal karet busa. Hal tersebut dapat dilihat melalui konduktivitas termal karet busa. Penelitian ini dilakukan tiga tahap. Penelitian tahap I bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi kenaikan volum 0, 2, 4, 6, 8 kali tingkat kenaikan terhadap karakteristik termal karet busa. Penelitian tahap II bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi dosis pembusaan 3.34, 6.67, 10.01, 13.34 terhadap karakteristik termal karet busa. Penelitian tahap III bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi kecepatan putaran 100, 125, 150 rpm pada saat pengocokan kompon lateks terhadap karakteristik termal karet busa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kenaikan volum, variasi dosis pembusaan dan variasi kecepatan putaran pada saat pengocokan kompon lateks memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap karakteristik termal karet busa. Perbedaan konduktivitas termal karet busa alam dengan berbagai variasi perlakuan yang diberikan berkisar +0.06 cal/s.cm. C sedangkan konduktivitas termal karet busa sintetis berkisar +0.03 cal/s.cm. C. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karet busa sintetis lebih cepat panas dari pada karet busa alam.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPhysicsid
dc.subject.ddcthermalid
dc.titleKarakteristik termal karet busa alamid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record