| dc.description.abstract | Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk sangat besar dan cenderung bertambah dari waktu ke waktu. Salah satu dampak dari besarnya jumlah penduduk tersebut adalah besarnya pula volume sampah yang dihasilkan oleh penduduk setiap hari. Fenomena pengelolaan sampah domestik yang tampak selama ini menunjukkan bahwa mulai dari pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), pengangkutan sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS), hingga penyediaan armada angkut dan jalur angkut seolah-olah pengelolaan sampah adalah urusan pemerintah semata. Kondisi di atas menyebabkan masalah sampah harus dipandang sebagai persoalan serius yang jika tidak segera ditanggulangi maka akan menyebabkan kerusakan lingkungan karena sampah merupakan salah satu penyebab terjadinya pencemaran terhadap lingkungan. Cara penyelesaian yang ideal dalam penanganan sampah di perkotaan adalah dengan cara membuang sampah sekaligus memanfaatkannya, langsung pada tingkat hulu atau tingkat rumah tangga sebagai penghasil volume sampah terbesar.
Problem utama dalam pengelolaan sampah adalah problem sosial yang muncul dalam bentuk rendahnya kesadaran kolektif masyarakat terhadap penanganan sampah, meskipun hal tersebut bukan berarti tidak dapat diubah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mempelajari pengelolaan sampah domestik di Kampung Banjarsari dan (2) mengidentifikasi faktor-faktor penentu (determinant factors) yang berpengaruh terhadap pembentukan perilaku kolektif dalam pengelolaan sampah domestik berbasis masyarakat di Kampung Banjarsari.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung data- data kualitatif. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Sampel penelitian sejumlah 35 orang diambil dengan menggunakan metode pengambilan sampel acak distratifikasi (stratified random sampling), dengan dasar stratifikasi adalah umur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-tes yang terdiri dari kuesioner, wawancara, dan observasi. Pengolahan data diawali dengan mempelajari dan mengkode variasi jawaban yang diperoleh melalui pengisian kuesioner maupun wawancara. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan tabel frekuensi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan komputer menggunakan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel 2003 dan Minitab 13.0. | id |