Show simple item record

dc.contributor.advisorWahyuni, Ekawati S
dc.contributor.authorManihuruk, Mona Lusia
dc.date.accessioned2023-10-23T06:12:39Z
dc.date.available2023-10-23T06:12:39Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127644
dc.description.abstractSektor informal mampu menyerap tenaga kerja migran yang tidak terampil dengan jumlah yang relatif besar. Jumlah migran yang masuk ke daerah Bogor terus meningkat dari waktu ke waktu dan menyebabkan perkembangan sektor informal, khususnya PKL (Pedagang Kaki Lima). Para migran pedagang kaki lima biasanya memulai usaha dengan memanfaatkan modal sosial yang mereka miliki, misalnya, kerabat atau teman mereka dari daerah asal yang sama. Kemudian, mereka akan memperluas jaringan ke kelompok lain yang berkaitan dengan usaha mereka, seperti pemasok bahan baku. Para migran pedagang kaki lima bergantung pada modal sosial yang mereka miliki untuk mempertahankan usaha mereka. Penelitian ini menggunakan metode survei dan wawancara mendalam terhadap 40 pedagang kaki lima di sekitar Kebun Raya Bogor.id
dc.language.isoidid
dc.subject.ddcHuman Ecologyid
dc.subject.ddcCommunication and Community Developmentid
dc.titleStrategi bertahan pelaku sektor informal: Peranan modal sosial migran Pedagang Kaki Lima di sekitar Kebun Raya Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordBogor Agricultural Universityid
dc.subject.keywordInstitut Pertanian Bogorid
dc.subject.keywordIPBid
dc.subject.keywordInformal sectorid
dc.subject.keywordSocial capitalid
dc.subject.keywordStreet vendor (PKL)id
dc.subject.keywordSurvival strategyid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record