Pengaruh Pola Pemanfaatan Internet Terhadap Perilaku Sehari-hari Remaja (Studi Kasus: Remaja di Waeung Internet Starnet Jl. Achmad Adnawijaya No. 7 Indraprasta, Bogor
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik individu pengguna internet mempengaruhi pola pemanfaatan internet, mengetahui pengaruh pola pemanfaatan internet mempengaruhi perilaku sehari-hari remaja, dan mengetahui karakteristik individu pengguna internet mempengaruhi perilaku
sehari-hari remaja. Pada penelitian ini, data kuantitatif dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden secara langsung dan diisi dengan bimbingan secara langsung oleh peneliti. Kemudian data tersebut diuji dengan tabulasi silang dan analisis uji chi-square. Penelitian ini dilakukan di warung
internet Starnet Jl. Achmad Adnawijaya No. 7 Indraprasta Bogor 16153 kepada 40 orang responden pengguna aktif jasa warung internet tersebut yang dilakukan pada tanggal Maret 2012–Juli 2012 setelah melakukan uji coba penelitian kepada 30 orang responden di tiga buah warung internet lainnya untuk pengujian validitas dan relibilitas. Jumlah responden dari penelitian ini adalah 40 orang responden remaja yang lebih banyak laki–laki. Kategori responden dalam penelitian ini merupakan
kategori usia remaja atau dari usia 12–21 tahun, kategori hasil dari kelompok uang saku dalam seminggu responden dalam penelitian ini adalah sebagian besar dari Rp 0–Rp 100.000,-. Kategori hasil dari tingkat pendidikan responden dalam penelitian ini pada umumnya masih berjenjang SMP. Sebagian besar
karakteristik dari minat bidang yang ditekuni oleh responden dalam penelitian ini adalah sains.
Karakteristik individu dikategorikan ke dalam lima bidang adalah usia remaja, tingkat pendidikan, jumlah uang saku, jenis kelamin, dan bakat/bidang yang ditekuni. Pola pemanfaatan internet dikategorikan ke dalam dua bidang adalah durasi dan frekuensi pemanfaatan internet selama seminggu. Perilaku
sehari-hari dikategorikan ke dalam lima bidang adalah belajar, bermain, berbicara, pergaulan, dan berpakaian. Hasil penelitian dilakukan dengan tabulasi silang antara koefisien x (karakteristik individu) dengan koefisien y1 (pola pemanfaatan internet), koefisien y1 (pola pemanfaatan internet) dengan koefisien y2 (perilaku sehari hari), dan koefisien x (karakteristik individu) dengan koefisien y2 (perilaku
sehari-hari). Hasil penelitian dihitung dengan menggunakan perhitungan melalui analisis uji chi-square.
Hasil penelitian tabulasi silang antara koefisien x (karakteristik individu) dengan koefisien y1 (pola pemanfaatan internet) adalah secara umum karakteristik individu tidak mempengaruhi pola pemanfaatan internet, tetapi secara khusus tingkat pendidikan mempengaruhi durasi pola pemanfaatan
internet. Hasil penelitian tabulasi silang antara koefisien y1 (pola pemanfaatan internet) dengan koefisien y2 (perilaku sehari-hari) adalah secara umum dapat dikatakan bahwa pola pemanfaatan internet relatif tidak memiliki pengaruhi yang secara nyata terhadap perilaku sehari-hari, namun secara khusus pola pemanfaatan internet yaitu durasi berpengaruh nyata terhadap belajar dengan serius dan durasi pola pemanfaatan internet terhadap pergaulan dengan akademisi. Hasil penelitian tabulasi silang antara koefisien x (karakteristik individu) dengan koefisien y2 (perilaku sehari-hari) adalah secara umum dapat dikatakan bahwa karakteristik individu tidak memiliki pengaruhi secara nyata terhadap perilaku sehari-hari, namun secara khusus ada empat hasil yang berpengaruh nyata diantaranya pengaruh nyata jumlah uang saku terhadap pergaulan dengan saudara bukan inti, pengaruh nyata antara jenis kelamin terhadap pergaulan dengan lingkungan, pengaruh nyata antara jenis kelamin terhadap orang tua
kandung, dan pengaruh nyata antara jenis kelamin terhadap berpakaian dengan rapih.
