Tingkat kesejahteraan dan strategi nafkah nelayan (Kasus Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah)
Abstract
Kepala keluarga di Kelurahan Tegalkamulyan sebagin besar bermata pencaharian sebagai nelayan namun memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lain yang dapat dibandingkan dan saling melengkapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus yang bersifat deskriptif, untuk mengetahui strategi nafkah yang dilakukan suatu rumah tangga nelayan untuk mencapai kesejahteraan. Pendekatan kuantitatif yang digunakan adalah penelitian survei yang digunakan untuk melihat hubungan antara karakteristik kepala keluarga suatu rumah tangga nelayan terhadap tingkat kesejahteraannya. Peneliti mengambil masing-masing 30 responden dari setiap
strata nelayan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan analisis data secara statistik menggunakan uji statistik Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antara tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan pendapatan rumah tangga, kepemilikan harta benda, dan keadaan tempat tinggal dengan karakteristik kepala keluarga yang meliputi tingkat pendidikan, usia, pengalaman melaut, beban tanggungan, dan skala usaha, sedangkan uji statistik Chi-square digunakan untuk membandingkan tingkat kesejahteraan nelayan yang memiliki alat produksi dan yang tidak memiliki alat produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji Rank Spearman, karakteristik kepala keluarga yang berkorelasi dengan kepemilikan harta benda hanya beban tanggungan, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,043. Karakteristik kepala keluarga yang berkorelasi dengan keadaan tempat tinggal hanya beban ganggungan, yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,006. Sedangkan, berdasarkan uji Chi-square terlihat bahwa terdapat korelasi yang sangat signifikan antara kepemilikan alat produksi dengan pendapatan rumah tangga. Tidak hanya itu saja kepemilikan harta benda juga berkorelasi dengan kepemilikan alat produsi, namun keadaan tempat tinggal tidak berkorelasi dengan kepemilikan alat produksi. Masyarakat nelayan Tegalkamulyan mengenal dua musim, yaitu musim panen dan musim paceklik. Musim panen di Kelurahan Tegalkamulyan hanya tiga kali dalam satu tahun. Saat musim panen seperti inilah rumah tangga nelayan mendapatkan hasil yang lebih besar dari biasanya. Sedangkan saat musim paceklik atau yang biasa disebut paila oleh masyarakat sekitar, para nelayan mendapatkan hasil yang sangat minim tidak jarang para juragan merugi tidak mendapatkan hasil, karena hasil yang didapat hanya untuk menutupi biaya perbekalan. Pada masa inilah nelayan beserta anggota rumah tangganya
melakukan berbagai macam strategi nafkah. Strategi nafkah yang dilakukan rumah tangga nelayan di Kelurahan Tegalkamulyan diantaranya diversifikasi alat tangkap, perluasan wilayah tangkap, bekerja di perusahaan dan proyek, bekerja di bengkel kapal dan bengkel motor, membeli barang-barang berharga, berdagang, tukang becak, ojeg, sopir, mengadakan kegiatan pranata sosial (arisan), berhutang, dan lainnya (bekerja di salon, cafe, maupun rumah makan). Strategi nafkah yang lebih berkontribusi di
dalam kesejahteraan suatu rumah tangga nelayan adalah berdagang, membeli barang-barang berharga, bekerja di perusahaan atau proyek.
