| dc.description.abstract | Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis hubungan antara keberadaan modal sosial dengan tingkat pemberdayaan perempuan, (2) mengetahui sejauhmana dan bagaimana sinergitas yang terbentuk yang dapat mendukung pemberdayaan perempuan, (3) mengetahui bagaimana criteria analisis Longwe bekerja dalam melihat keberhasilan program CSR PT Vale Indonesia, (4) mengetahui sampai tahap proses pemberdayaan perempuan (kesejahteraan, akses, penyadaran, partisipasi, kontrol) yang mana yang telah dicapai CSR, dan (5) menganalisis keberhasilan yang bagaimana yang telah
dicapai program CSR PT Vale Indonesia dan hubungannya dengan tahapan pemberdayaan perempuan. Penelitian ini dilaksanakan di desa Balambano, Ledu-ledu, dan Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi-Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan dipadukan dengan pendekatan kualitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini terdiri dari 30 orang laki laki dan 30 orang perempuan (unit analisis individu) partisipan program Community
Development (Comdev) CSR PT Vale Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat warga Desa Balambano, Ledu-ledu, dan Tabarano masih terdapat kesenjangan gender yang ditunjukkan oleh hasil analisis Longwe dimana tingkat kesejahteraan, akses, kesadaran
kritis, partisipasi, dan kontrol responden perempuan lebih rendah daripada responden laki-laki. Kepercayaan sosial dan Jaringan sosial yang dimiliki responden laki-laki dan perempuan dalam penelitian ini cenderung lemah. Norma sosial yang dimiliki responden laki-laki cenderung lemah sedangkan norma sosial perempuan dalam penelitian ini cukup kuat. Sinergitas dalam program Comdev CSR PT Vale Indonesia dikategorikan sinergitas yang buruk. Sinergitas yang buruk disebabkan karena lemahnya intensitas berhubungan antara peserta program dengan aparat desa (pihak pemerintah).
Modal sosial dan sinergitas yang buruk yang dimiliki responden perempuan tidak mempengaruhi tingkat pemberdayaan yang dicapai perempuan karena adanya norma yang cukup kuat yang mengikat perempuan untuk berpartisipasi dalam kegitan kelompok dan karena perempuan diberi ruang oleh pihak perusahaan untuk ikut serta dalam setiap kegiatan kelompok yang mendapat bantuan program Comdev CSR PT Vale Indonesia. Tingkat keberhasilan program laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan karena tingkat pendapatan peserta laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Perempuan lebih sulit untuk memiliki lebih dari satu mata pencaharian karena perempuan juga disibukkan dengan kewajibannya sebagai ibu rumahtangga. Keberhasilan program berkorelasi positif dengan pemberdayaan perempuan tetapi responden yang memiliki akses dan kontrol yang tinggi, tidak menyebabkan kesejahteraan mereka meningkat. Kesejahteraan tidak meningkat walaupun program
berhasil karena program Comdev CSR PT Vale Indonesia kurang memadai untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi responden. Terdapat peningkatan ekonomi, tetapi peningkatan ekonomi tersebut belum menyebabkan peningkatan kesejahteraan responden. | id |