| dc.description.abstract | Kelapa merupakan komoditas strategis yang memiliki peran sosial, budaya, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Manfaat tanaman kelapa tidak saja terletak pada daging buahnya yang dapat diolah menjadi santan, kopra, dan minyak kelapa, tetapi seluruh bagian tanaman kelapa mempunyai manfaat besar. Demikian besar manfaat kelapa sehingga ada yang menamakannya sebagai pohon kehidupan.
Namun demikian, perkembangan dunia usaha yang mengandalkan bahan baku kelapa belum banyak menunjukkan hasil yang menggembirakan karena kurangnya penguasaan dalam menerapkan strategi pengembangannya. Masalah kurangnya distribusi pembangunan pada sebagian masyarakat dapat diminimalisir dengan sinergi yang dihasilkan dari kemitraan karena dalam proses kemitraan terjadi
komitmen untuk mentransfer teknologi, manajemen, modal, bahan baku, dan sebagainya dengan maksud untuk memperoleh nilai tambah bagi semua pihak. Nilai tambah yang didapat merupakan akumulasi dari efisiensi dan produktivitas.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola kemitraan yang terbentuk antar pengusaha berbasis kelapa, menganalisis mekanisme kerjasama yang terbentuk antar pengusaha berbasis kelapa, serta menganalisis manfaat dan dampak yang dirasakan oleh petani kelapa. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kandangsapi Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pendekatan yang digunakan
adalah pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Unit analisis penelitian ini adalah individu. Jumlah responden sebanyak 40 orang pelaku usaha kelapa.
Hubungan yang terjadi menunjukkan adanya korelasi antara mekanisme transaksi dengan pembentukan pola kemitraan. Begitu pula hubungan antara pembentukan jaringan dengan pembentukan pola kemitraan yang menandakan terdapatnya korelasi positif. Uji tersbut menunjukkan bahwa mekanisme transaksi dan pembentukan jaringan termasuk kedalam bagian pembentukan pola kemitraan itu
sendiri.
Keberdayaan petani kelapa yang dihasilkan melalui kerjasama kemitraan ternyata belum sepenuhnya menunjukkan manfaat yang positif. Terdapat beberapa tahapan yang menunjukkan bahwa petani belum sepenuhnya berdaya yang dianalisis melalui proses pemberdayaan. Perbaikan proses pemberdayaan diharapkan dapat memberikan dampak dan manfaat yang positif bagi masyarakat khususnya bagi
petani kelapa yang kemudian menghasilkan keberdayaan. | id |