Pengaruh pengelolaan sumber daya pesisir secara kolaboratif terhadap kondisi sosial ekonomi nelayan Desa Gili Indah
Abstract
Ko-manajemen yang berhasil dapat menciptakan keseimbangan tiga pilar konservasi, yaitu sosial, ekonomi dan ekologi. Terdapat dua aktor penting dalam implementasi ko-manajemen, yaitu masyarakat dan pemerintah. Pengelolaan sumber daya pesisir berbasis masyarakat di Desa Gili Indah diatur oleh institusi awig-awig. Pengelolaan sumber daya pesisir rezim pemerintah direpresentasikan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional TWP Gili Matra. Kolaborasi yang terjadi diantara kedua institusi tersebut meliputi kesamaan batas wilayah pengelolaan, aturan yang sesuai dengan kondisi masyarakat lokal, partisipasi masyarakat secara kolektif, mekanisme konflik dan pengakuan pemerintah.
Sementara terdapat perbedaan pengelolaan sumber daya berupa pemantauan/monitoring, penetapan sanksi dan jejaring kolaborasi dengan pihak luar. Pengelolaan sumber daya secara kolaboratif memberikan pengaruh kepada aspek sosial berupa pengakuan awig-awig, persepsi keberlanjutan awig-awig, kesadaran kelestarian lingkungan, konflik dan stratifikasi sosial. Pengelolaan sumber daya secara kolaboratif juga memberikan pengaruh kepada aspek ekonomi yang meliputi mata pencaharian, tingkat pendapatan dan program kemitraan.
