Aktivitas antioksidan serum pasien wanita penderita kista payudara yang diintervensi oleh minuman jus tomat dan minuman bekatul
Abstract
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui efek dari
intervensi minuman bekatul dan jus tomat terhadap aktivitas antioksidan pada
serum wanita penderita kista di RS Kanker Dharmais (RSKD), Jakarta. Tujuan
khusus dari penelitian ini adalah (1) Mengkaji pengaruh intervensi minuman jus
buah tomat terhadap aktivitas antioksidan dengan metode MDA dan DPPH pada
serum darah wanita penderita kista payudara di RSKD, (2) Mengkaji pengaruh
intervensi minuman bekatul terhadap aktivitas antioksidan dengan metode MDA
dan DPPH pada serum darah wanita penderita kista payudara di RSKD, (3)
Mempelajari hubungan antara aktivitas antioksidan serum darah dengan ukuran
lesi kista pada wanita penderita kista payudara di RSKD, (4) Mempelajari
hubungan antara aktivitas antioksidan serum darah dengan kadar kolesterol
darah pada wanita penderita kista payudara di RSKD.
Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian besar yang berjudul “Studi
Pengaruh Pemberian Bekatul dan Jus terhadap Peningkatan Kualitas Hidup
Pasien Wanita Penderita Kelainan Payudara di Rumah Sakit Kanker Dharmais”
yang diketuai oleh Dr. Ir. Evy Damayanthi, M.S. Penelitian ini termasuk ke dalam
jenis penelitian experimental design yaitu percobaan lapang (field experiment)
dengan pendekatan one group pretest posttest. Penelitian dilakukan di tiga lokasi
yaitu untuk pembuatan jus tomat dan bekatul awet dilakukan di pilot plan
SEAFAST Centre, Institut Pertanian Bogor. Sementara itu pengambilan data
primer dilakukan di Instalasi Deteksi Dini dan Onkologi Sosial serta Instalasi
Radiodiagnostik RS. Kanker Dharmais, Jakarta. Untuk analisis aktivitas
antioksidan dilakukan di Laboratorium Departemen Gizi Masyarakat Fakultas
Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
April 2009 hingga Mei 2010.
Pembuatan jus buah tomat didasarkan pada formulasi hasil penelitian
yang telah dilakukan oleh Ginting (2008) mengenai pembuatan jus buah tomat
rendah kalori kaya antioksidan. Pembuatan minuman bekatul dilakukan metode
stabilisasi optimal bekatul awet dilakukan dengan cara pemanasan
menggunakan otoklaf pada suhu 121ºC selama tiga menit yang dilanjutkan
dengan pengeringan menggunakan oven bersuhu 105ºC selama satu jam
(Damayanthi 2002). Populasi adalah seluruh pasien wanita yang datang ke
Instalasi Deteksi Dini Radiodiagnostik RSKD Jakarta. Populasi target adalah
pasien wanita penderita kista payudara yang datang ke Instalasi Deteksi Dini
Radiodiagnostik RSKD Jakarta pada bulan Juni 2008 – Juni 2009. Penarikan
contoh dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria inklusi.
Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excell
dan SPSS versi 14.0. Untuk mengetahui pengaruh intervensi minuman bekatul
dan jus buah tomat terhadap aktivitas antioksidan pada serum maka dilakukan uji
beda menggunakan ANOVA. Data aktivitas antioksidan pada minuman bekatul
dan jus tomat digunakan sebagai data pendukung dari hasil analisis pengaruh
intervensi minuman bekatul dan jus tomat terhadap aktivitas pada serum. Untuk
mengetahui hubungan antara variable diuji dengan menggunakan uji korelasi
Pearson.
Collections
- UT - Nutrition Science [3025]