Pengaruh perubahan intensitas pemberian ransum terhadap tumbuh kembang saluran pencernaan dan efisiensi penggunaan bahan makanan pada kambing kacang
View/ Open
Date
1991Author
Nurdin, Ellyza
Natasasmita, Asikin
Gurnadi, Eddie
Ahmad, Baihaqi
Hasibuan, Krisna M.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Ternak
Ruminansia Kecil, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogar,
mulai tanggal 2 Agustus 1990 sampai dengan tanggal 22 November
1990. Tujuannya adalah untuk melihat sampai seberapa jauh
pengaruh perubahan intensitas pemberian ransum terhadap tumbuh
kembang saluran pencernaan dan efisiensi penggunaan bahan makanan
pada kambing Kacang.
Ternak yang digunakan adalah 26 ekor kambing Kacang jantan
muda ( 5-6 bulan ) dengan bobot badan 9-10 kg yang dimasukkan ke
dalam kandang individu. Ransum yang diberikan adalah ransum
pellet komplit. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak
lengkap dengan tiga perlakuan dan dua ulangan untuk setiap
pemotongan. Setiap kelompok terdiri dari 8 ekor sedang 2 ekor
lainnya dipotong pada awal penelitian sebagai pembanding.
Pemotongan dilakukan setiap 4 minggu sebanyak 4 kali. Perlakuan
yang diberikan adalah pemberian ransum 100 % (P 100), 85 % (P 85)
dan 70 % (P 70) selama 1 bulan, selanjutnya diberikan ad libitum
selama 4 bulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa :
1. Pembatasan ransum tidak berpengaruh terhadap tumbuh kembang
saluran pencernaan.
2. Kambing Kacang yang mendapat perlakuan P 70 memberikan
kenaikan bobot badan yang efisien, sehingga akan
menguntungkan apabila dijual berdasarkan bobot hidup.
Tetapi kambing yang mendapat perlakuan P 100 memberikan
kenaikan bobot karkas yang efisien, sehingga akan
menguntungkan apabila dijual berdasarkan bobot karkas.
3. Pembentukan daging akan efisien jika tingkat pemberian ransum
optimum
Collections
- MT - Animal Science [1294]
