| dc.description.abstract | Sengketa lahan pertanian adalah perbedaan konsep kepemilikan antara subjek agraria. Terdapat hal-hal yang harus menjadi pertimbangan dalam sengketa lahan terutama dalam hubungannya dengan korban sengketa seperti besarnya kerugian, ganti rugi yang diberikan dan sebagainya yang akan mempengaruhi intensitas konflik. Intensitas konflik dalam sengketa tersebut dapat menghasilkan respon dari pihak terkait salah satunya respon dari organisasi petani. Peran tersebut dirasakan dalam bentuk kepemimpinan, karakteristik anggota dan strategi gerakan yang digunakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif. Metode penarikan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sensus sedangkan pemilihan terhadap informan dilakukan secara sengaja. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu: 1) gaya kepemimpinan Serikat Petani Karawang yang muncul dalam situasi sengketa lahan pertanian adalah kharismatik; 2)karakteristik anggota Serikat Petani Karawang yang lahannya di Desa Margamulya dan Desa Wanasari terkena sengketa adalah kelompok umur tua, tingkat pendidikan formal rendah, tingkat pendidikan non formal rendah, luas lahan sempit, status lahan berupa girik atau milik dan tipe lahan berupa tanah darat ; 3)strategi gerakan yang dilakukan oleh Serikat Petani Karawang beralih dari litigasi menjadi non litigasi; dan 4)intensitas konflik tinggi sejak kekalahan yang dialami dalam sidang.
Kata kunci: sengketa lahan pertanian, kepemimpinan, karakteristik anggota, strategi gerakan | id |