| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui sampai
sejauh mana pengaruh tingkat pemberian pakan penguat pada
akhir kebuntingan dan masa laktasi terhadap bobot lahir,
bobot sapih, mortalitas dan timbulnya estrus pascalahir.
Disamping itu juga untuk mengetahui jumlah pakan penguat yang
optimum pada akhir kebuntingan dan masa laktasi
priangan induk.
Tingkat pakan
terdiri dari empat
hijauan adlibitum,
·penguat sebagai perlakuan yang diberikan
tingkat yaitu 1) 0 kg pakan penguat +
2) 0.15 kg pakan penguat + hijauan
adlibitum, 3) 0.30 kg pakan penguat + hijauan adlibitum dan
4) 0.45 kg pakan penguat + hijauan adlibitum. Pakan penguat
diberikan 6 minggu menjelang kelahiran dan selama 12 minggu
masa laktasi. Pakan penguat mengandung protein kasa 15
persen dan TDN 76 persen. Rancangan yang digunakan adalah
rancangan acak lengkap yang diulang lima kali. Domba yang
digunakan berumur 3.5 - 4 tahun, pernah beranak dua kali.
Bobot badan berkisar antara 30 - 35 kg.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah
pakan penguat dalam ransum sampai 0.45 kg/ekor/hari pada
akhir kebuntingan tidak nyata (f>.05) mempengaruhi rataan
bobot lahir anak dan bobot lahir anak sekelahiran. Bobot
sapih rataan tidak dipengaruhi oleh tingkat pakan penguat ,
tetapi bobot sapih per induk nyata (P<.05) dipengaruhi oleh
tingkat pakan penguat. Mortalitas tidak dipengaruhi oleh
tingkat pakan penguat tetapi estrus pascalahir nyata
(P<.05) dipengaruhi oleh tingkat pakan penguat dalam ransum. | id |