Pengaruh lama pengasapan terhadap kandungan zat gizi ikan baung (macrones sp.)
View/ Open
Date
1993Author
Loekman, Suardi
Suhardjo
Nasoetion, Amini
Muchtadi, Deddy
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh lama
pengasapan terhadap kandungan asam amino dan asam lemak
serta mempelajari pengaruh lama pengasapan terhadap nilai
cerna protein, reaksi pencoklatan non enzimatik serta
nilai organoleptik ikan baung. Hasil penelitian ini
diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan acuan dalam
upaya meningkatkan mutu produk ikan baung asap.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok
(RAK) dengan lima perlakuan dan dua ulangan.
Metoda analisis kadar air, protein kasar, lemak kasar,
abu total menurut petunjuk Apriantono dkk. ( 1988),
asam amino dengan HPLC (Shimatzu LC-1), asam lemak dengan
GLC (Shimatzu Model GC-9 AM), nilai cerna protein In vitro
menggunakan pepsin-pankreatin menurut Saunders dkk.
(1973), derajat reaksi pencoklatan non enzimatis menurut
Buckle dan Purnomo ( 1986) dan uji organoleptik menurut
Soekarto (1985).
Hasil penelitian uji organoleptik terhadap kesukaan
warna dan tekstur menunjukkan bahwa ikan baung dengan lama
pengasapan 16 jam adalah yang paling disukai, tetapi untuk
aroma, pengasapan 20 jam lebih disukai. Selama proses
pengasapan terjadi penurunan kandungan asam lemak jenuh
maupun asam lemak tak jenuh. Penurunan kandungan asam
amino juga terlihat selama proses pengasapan baik yang
esensial (8 macam) maupun non esensial (7 macam), sedangkan
lama pengasapan tidak mempengaruhi jenis asam amino
pembatas, tetapi skor kimianya menurun seperti vali.n dari
98 menjadi 92 dan leusin dari 82 menjadi 65. Nilai cerna
protein in vitro menunjukkan penurunan pada pengasapan
yaitu 95,6% (ikan segar) menjadi 82,9% (ikan yang diasap
selama 20 jam), hal ini sejalan dengan meningkatnya derajat
reaksi pencoklatan non enzimatis yaitu 0,04 (ikan
segar) menjadi 0,30 (ikan yang diasap selama 20 jam).
Collections
- MT - Human Ecology [2400]
