Show simple item record

dc.contributor.advisorNasoetion, Lutfi Ibrahim
dc.contributor.advisorAnwar, Affendi
dc.contributor.advisorSiregar, Hermanto
dc.contributor.authorGandasasmita, Sumbardja
dc.date.accessioned2023-09-15T01:07:52Z
dc.date.available2023-09-15T01:07:52Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124760
dc.description.abstractKonversi lahan pertanian di daer·ah penyangga metropolitan adalah konsekuensi log is dari perkernbangan kota. Hal ini disebabkan oleh proses aglomerasi kegiatan ekonomi di pusat kota yang memacu urbanisasi (desa-kota) dan meningkat pesatnya harga tanah menjadi tidak terkendali, akibat tidak seirnbangnya permintaan dan penyediaan lahan. Kebutuhan lahan tersebut dapat dipenuhi oleh daerah penyangga yang dapat menyediakan lahan yang relatif luas dengan harga yang terjangkau. Penerapan Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) di DKIJakarta khususnya dan JABOTABEK pada umumnya adalah suatu keharusan,. karena SAUM (terutama keretaapi) (1) dapat menjadi pemandu arah dan pengendali pengembangan kota dan (2) mengatasi konflik yang ditimbulkan oleh interaksi yang tidak seirnbang antara transportasi dengan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memprakirakan dampak peningkatan penyediaan fasilitas keretaapi JABOTABEK terhadap kecenderungan permintaan penumpang dan\(2) mengetahui hubungan keterkaitan dan dampak antara peningkatan penyediaan fasilitas keretaapi JABOTABEK dengan pola penggunaan lahan di daerah penyangga DKI-Jakarta. Data wawancara rumah tangga dilakukan pada 204 responden dari 9 desa sampel, selain i tu dilakukan survei penumpang keretaapi sebanyak 978 responden dari 2 stasiun. Data sekunder didapat dari berbagai instansi, baik berupa data statistik, maupun peta-peta dan foto-udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keretaapi merupakan sarana transportasi utama yang digunakan oleh penduduk di daerah penelitian untuk bepergian ke Jakarta (keretaapi dipilih oleh 76,4% responden dalam wawancara rumah tangga). Pertambahan penumpang keretaapi dari daerah penelitian selama kurun waktu 1983 1993 adalah dari 1,04 juta orang/tahun menjadi 4,5 juta orang/tahun. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcTransportasiid
dc.subject.ddcrailway engineeringid
dc.subject.ddcLand use planningid
dc.titleDampak peningkatan pelayanan transportasi keretaapi (Jabotabek) terhadap pola penggunaan lahan daerah penyangga metropolitan (Jakarta): studi kasus Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogorid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordJabotabekid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record