Show simple item record

dc.contributor.advisorRidla, Muhammad
dc.contributor.advisorAbdullah, Luki
dc.contributor.authorHarianti, Fitri
dc.date.accessioned2023-08-18T06:41:30Z
dc.date.available2023-08-18T06:41:30Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124046
dc.description.abstractRumput gajah pakchong dikenal sebagai jenis rumput yang memiliki produksi biomassa yang tinggi, kemampuan regrowth lebih cepat dan protein kasar tinggi dibandingkan dengan kultivar rumput gajah lainnya. Penambahan pupuk nitrogen dan prediksi umur pemotongan yang tepat dapat diterapkan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hijauan rumput gajah pakchong. Teknologi silase digunakan untuk memperpanjang umur simpan hijauan disaat produksi melimpah tanpa merusak nilai gizi yang terkandung didalam bahan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pupuk N dan perbedaan umur pemotongan terhadap pertumbuhan dan produksi hijauan, nilai nutrient dan kualitas fermentasi silase rumput gajah pakchong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial 3 x 3 (dosis pupuk nitrogen x 3 umur pemotongan ) dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk terdiri dari 100, 200, 300 kg ha-1. Faktor kedua adalah umur pemotongan terdiri dari 50, 60 dan 70 hari. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan dan produksi biomassa, terdiri dari: tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan dan daun, produksi biomassa segar, berat kering batang dan daun, berat kering total dan kadar gula batang. Nilai nutrient sebelum dan sesudah fermentasi, terdiri dari: bahan kering, abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen, NDF, ADF dan hemiselulosa; kualitas fermentasi terdiri dari: pH, WSC, N-NH3 dan VFA Total. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian parameter pertumbuhan terjadi interaksi (p<0,05) antara pemberian dosis pupuk dan umur pemotongan terhadap diameter batang (1,13 – 2,43 cm), jumlah anakan (1,99 – 5,15 anakan/rumpun), jumlah daun (5,55 – 11,18 helai/tanaman) dan kadar gula batang (5,20% – 12,30%). Umur pemotongan nyata (p<0,05) dalam meningkatkan pertambahan tinggi tanaman (180,53 – 210,90 cm). Pada parameter produktivitas terjadi interaksi (p<0,05) antara pemberian dosis pupuk dan umur pemotongan terhadap produksi biomassa kering (1,50 – 3,70 ton ha-1), produksi bahan kering (0,17 – 0,85 ton ha-1), produksi protein kasar (0,17 – 0,38 ton ha-1), produksi NDF(1,11 – 2,63 ton ha-1), dan produksi ADF (0,61% – 1,46 ton ha-1). Umur pemotongan nyata (p<0,05) dalam meningkatkan berat kering daun (3,90 – 5,63 ton ha-1), berat kering batang (2,32 – 4,38 ton ha-1) dan berat kering total (6,22 – 10,02 ton ha-1), namun produksi biomassa tidak nyata (p>0,05). Hasil penelitian nilai nutrient rumput gajah pakchong, menunjukkan penambahan pupuk urea nyata (p<0,05) meningkatkan bahan kering (14,27% – 16,57%) menurunkan abu (10,00% – 8,20%), NDF (75,49% – 71,72%) dan hemiselulosa (34,87% – 32,04 %). Umur pemotongan nyata (p<0,05) meningkatkan abu (8,55% – 9,41%), serat kasar (32,85% – 33,89%), NDF (70,78% – 75,71%), hemiselulosa (30,88% – 35,09%). Terjadi interaksi (p<0,05) antara dosis pemupukan dan umur pemotongan pada protein kasar (20,27% – 11,23%), lemak kasar (2,34% – 3,14%), BETN (42,02% – 46,28%), dan ADF (39,05% – 40,76%). Sedangkan pada hasil penelitian nilai nutrient silase, penambahan dosis pupuk urea nyata (P<0,05) dalam meningkatkan protein kasar (7,73% – 8,96%). Umur pemotongan nyata (p<0,05) meningkatkan serat (42,23 – 44,05%) dan BETN (37,47% – 41,39%), namun bahan kering, lemak kasar dan ADF tidak nyata. Terjadi interaksi (p<0,05) antara dosis pemupukan dan umur pemotongan pada abu (9,74% – 11,14%), NDF (64,56% – 84,87%) dan hemiselulosa (17,56% – 34,14%). Hasil penelitian parameter kualitas fermentasi, penambahan dosis pupuk urea dan umur potong nyata (P<0,05) meningkatkan nilai N-NH3 (4,99% – 7,79%BK dan 5,76% – 7,72%BK). Sedangkan, WSC (5,67% – 9,91 %BK) nyata (p<0,05) dipengaruhi oleh umur pemotongan. Terjadi interaksi (p<0,05) antara dosis pemupukan dan umur pemotongan pada pH (3,68 – 4,73) dan VFA Total (0,05% – 1,09 %BK). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, penambahan pupuk urea 300 kg ha-1 dan umur pemotongan 70 hari adalah titik optimum untuk mendapatkan hasil terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan, produksi biomassa hijauan, kualitas nutrient hijauan dan silase rumput gajah pakchong sehingga dapat direkomendasikan sebagai pakan ternak ruminansia.id
dc.language.isoidid
dc.titleRespon Pemberian Pupuk N dan Perbedaan Umur Potong Terhadap Pertumbuhan, Produksi, dan Kualitas Silase Rumput Gajah Pakchongid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordpupuk nitrogen, pertumbuhan dan produksi, nilai nutrisi, pakchong, umur potongid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record