Strategi Perlawanan Petani Terhadap Ekspansi Korporasi Perkebunan Kelapa Sawit (Proses Akuisisi Lahan Rakyat Oleh Korporasi Di Desa Pagar Batu Provinsi Sumatera Selatan)
View/ Open
Date
2023-08-10Author
Puspitasar, Yuni
Kinseng, Rilus
Saharuddin, Saharuddin
Metadata
Show full item recordAbstract
YUNI PUSPITASARI. Strategi Perlawanan Petani Terhadap Ekspansi Korporasi
Perkebunan Kelapa Sawit (Proses Akuisisi Lahan Rakyat Oleh Korporasi Di Desa
Pagar Batu Provinsi Sumatera Selatan). Dibimbing oleh RILUS A KINSENG dan
SAHARUDDIN.
Penelitian ini dilakukan di Desa Pagar Batu Kabupaten Lahat Provinsi
Sumatera Selatan. Dalam penelitian ini, pertanyaan yang diajukan adalah
Bagaimana proses ekspansi yang dilakukan oleh korporasi perkebunan kelapa sawit
di pedesaan? Pertanyaan selanjutnya yang diajukan dalam penelitian ini adalah
Bagaimana strategi perlawanan yang dilakukan oleh petani dalam menghadapi
ekspansi yang dilakukan oleh korporasi perkebunan kelapa sawit? Tujuan dalam
penelitian ini adalah untuk memahami proses ekspansi yang dilakukan oleh
korporasi perkebunan kelapa sawit dan memahami strategi perlawanan yang
digunakan petani dalam menghadapi ekspansi yang dilakukan oleh korporasi
perkebunan kelapa sawit di pedesaan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data primer
dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan Focus Group
Discussion, sementara pengumpulan data sekunder melalui dokumen yang terkait
permasalahan penelitian. Dalam penelitian ini analisis data dilakukan dengan
menggunakan analisis Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penyajian data berupa teks naratif yang
dilengkapi dengan skema, peta, dan tabel.
Hasil penelitian ini ditemukan bahwa ekspansi korporasi perkebunan kelapa
sawit pada periode Orde Baru dilakukan dengan melibatkan oknum militer dan
tokoh lokal, politisasi G30SPKI, label anti pembangunan dan melawan pemerintah,
penggusuran, ganti rugi sepihak, dan manipulasi, sementara ekspansi korporasi
perkebunan kelapa sawit pasca Orde Baru dilakukan dengan memberikan imingiming kepada petani, negosiasi dan menciptakan konflik horizontal diantara petani,
melakukan replanting di tanah sengketa, menggunakan kekerasan, serta melakukan
kriminalisasi terhadap petani dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).
Dalam menghadapi ekspansi korporasi perkebunan kelapa sawit tersebut
petani Desa Pagar Batu menggunakan dua strategi perlawanan. Perlawanan secara
tertutup dilakukan petani dengan berpura-pura menyetujui korporasi menggunakan
tanah petani untuk perkebunan kelapa sawit, sementara perlawanan secara terbuka
dilakukan petani melalui reklaiming, perlawanan secara administratif, membentuk
organisasi gerakan perlawanan petani, aliansi dengan LSM, deklarasi lahan
prioritas reforma agraria, demonstrasi, dan perlawanan menggunakan kekerasan.
Collections
- MT - Human Ecology [2400]
