Show simple item record

dc.contributor.advisorHerawati, Tin
dc.contributor.advisorSunarti, Euis
dc.contributor.authorNingsih, Dita Septia
dc.date.accessioned2023-08-10T13:31:17Z
dc.date.available2023-08-10T13:31:17Z
dc.date.issued2023-08
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123619
dc.description.abstractCovid 19 menjadi isu diawal tahun 2020 dan virus ini menyebar dengan cepat. Untuk mengurangi penularan Covid-19 pemerintah membuat kebijakan yang membatasi aktivitas masyarakat. Pembatasan ini menyebabkan ketidakpastian pendapatan khususnya pada pekerja informal. Ketidakpastian pendapatan serta tidak adanya jaminan kerja bagi pekerja informal di saat pandemi covid 19 menimbulkan terjadinya tekanan ekonomi yang mempengaruhi ketahanan keluarga. Keadaan ini membutuhkan dukungan sosial dari lingkungan sekitar dan strategi koping dalam mempertahankan hidup disaat pandemi covid-19. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, tekanan ekonomi, dukungan sosial, dan strategi koping terhadap ketahanan keluarga pekerja informal di Pekanbaru pada saat pandemi Covid 19. Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional study. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive dengan pertimbangan Kecamatan Pekanbaru Kota sebagai pusat aktivitas masyarakat. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner dengan responden suami pencari nafkah utama yang bekerja sebagai pedagang dan ojek online. Penelitian melibatkan 105 suami yang terdiri dari 50 sektor perdagangan dan 55 sektor transportasi menggunakan metode Stratified non-proportional random sampling. Pengambilan sampel melalui proses pembagian populasi ke dalam strata, dan dilakukan pengambilan sampel secara acak sesuai dengan kriteria. Analisis statistik dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis deskriptif (rata-rata, nilai minimum, nilai maksimum, dan parsentase) menggunakan program Microsoft Excel for Windows, uji beda Independent T-Test dan uji korelasi pearson menggunakan Statistical Package for Social Science (SPSS), dan uji pengaruh menggunakan model persamaan struktural (SEM) dianalisis menggunakan SmartPartial Least Squares (SmartPLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia suami adalah 38,80 tahun dan rata-rata usia istri adalah 35,49 tahun berada pada kategori usia dewasa awal (19-40) tahun. Rata-rata lama pendidikan suami 11,72 tahun, sedangkan rata- rata lama pendidikan istri 11,36 tahun berada pada kategori tamat SMA. Pekerjaan suami adalah sebagai pedagang dan driver ojek online, sedangkan rata-rata istri bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pendapatan per kapita berada pada kategori tidak miskin dengan rataan pendapatan per kapita sebesar Rp. 745.220,00 per bulan. Rata- rata besar keluarga 4 orang terkategori keluarga kecil. Ditinjau dari analisis uji beda menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel tekanan ekonomi objektif (p-value=0,043), variabel tekanan ekonomi subjektif (p- value=0,000), variabel strategi koping (p-value=0,000), dan variabel ketahanan keluarga (p-value=0,000). Hal ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi pada sektor perdagangan lebih tinggi dibandingkan sektor transportasi sehingga strategi koping yang dilakukan sektor perdagangan lebih tinggi dan untuk ketahanan keluarga sektor transportasi lebih tinggi dibandingkan sektor perdagangan. Analisis uji korelasi menunjukkan bahwa tekanan ekonomi objektif dan tekanan ekonomi subjektif memiliki hubungan negatif signifikan dengan ketahanan keluarga. Dukungan sosial memiliki hubungan negatif signifikan dengan tekanan ekonomi subjektif. Dukungan sosial memiliki hubungan positif signifikan dengan ketahanan keluarga. Analisis uji regresi menunjukkan bahwa karakteristik keluarga (pendidikan suami, pendidikan istri, dan pendapatan per kapita) berpengaruh positif signifikan secara langsung terhadap ketahanan keluarga. Tekanan ekonomi subjektif berpengaruh negatif signifikan secara langsung terhadap ketahanan keluarga. Karakteristik keluarga (pendidikan suami, pendidikan istri, dan pendapatan per kapita) berpengaruh negatif signifikan secara tidak langsung terhadap ketahanan keluarga melalui strategi koping. Tekanan ekonomi terbukti memiliki pengaruh yang negatif terhadap ketahanan keluarga. Artinya semakin rendah tekanan maka semakin baik ketahanan keluarga. Oleh karena itu, pentingnya strategi koping dan dukungan dari lingkungan sekitar bagi keluarga pada saat pandemi covid 19. Pihak pemerintah dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan dan referensi pengembangan ilmu serta pertimbangan dalam membuat kebijakan yang berkaitan dengan ketahanan keluarga pekerja informal. Peneliti berikutnya dapat melibatkan sudut pandang istri, memperluas cakupan penelitian pada sektor pekerjaan informal seperti meneliti manajemen stress, tingkat stress dan manajemen keuangan pekerja informal saat pandemi covid 19. Meneliti faktor-faktor lain yang berpengaruh dan melakukan uji beda pada variabel tekanan ekonomi, dukungan sosial, strategi koping dan ketahanan keluarga pekerja informal pada saat sesudah dan sebelum terjadinya pandemi covid 19.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKetahanan Keluargaid
dc.titlePengaruh Tekanan Ekonomi, Dukungan Sosial, dan Strategi Koping terhadap Ketahanan Keluarga Pekerja Informal di Pekanbaru Pada Saat Pandemi Covid 19id
dc.typeThesisid
dc.subject.keyworddukungan sosial, ketahanan keluaraga, strategi koping, tekanan ekonomiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record