Show simple item record

dc.contributor.advisorAnwar, Affendi
dc.contributor.advisorDarusman, Dudung
dc.contributor.advisorGafar, Hamzal
dc.contributor.authorNingsih, Endang Kusdiah
dc.date.accessioned2023-08-10T02:16:52Z
dc.date.available2023-08-10T02:16:52Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123467
dc.description.abstractPengembangan hutan kota merupakan salah satu cara paling efektif dan effisien untuk mengatasi dan mencegah penurunan kualitas lingkungan. Selain memberikan manfaat bagi kualitas lingkungan, pengembangan hutan kota tersebut juga memberikan keuntungan atau manfaat ekonomi baik langsung maupun tidak langsung. Rutan kota - ruang lingkup pembahasan dalam penelitian ini hanya dibatasi pada hutan wisata, taman kota dan jalur hijau - merupakan barang yang tidak mempunyai pasar (non marketed). Oleh karena itu, untuk menghitung nilai manfaat dari hutan kota tersebut dipergunakan metode survai atau contingent valuation method. Metode penilaian survai ini bertumpu pada kurve permintaan Marshall dan surplus konsumen dari Hicks, yaitu variasi setara dan variasi kompensasi. Selanjutnya untuk mengetahui harga dari barang yang tidak mempunyai pasar dipergunakan konsep kesediaan membayar (willingness to pay). Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 300 responden pengunjung hutan wisata Punti Kayu, maka terdapat 24 responden atau 11,34% tidak bersedia membayar, sementara 84 responden atau 24% bersedia membayar sebesar Rp.500, - dan 67 responden (22,34%) bersedia membayar sebesar Rp.1.000,- sedangkan 32 responden (10,66%) bersedia membayar sejumlah Rp.1.500,-. Jumlah nominal tertinggi yang bersedia dibayar oleh responden adalah Rp.2.000,-. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcTown planingid
dc.subject.ddcGarden cityid
dc.titleManfaat ekonomi pangembangn hutan kotamasdya Palembangid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record