Show simple item record

dc.contributor.advisorKinseng, Rilus A
dc.contributor.advisorSumarti, Titik
dc.contributor.advisorHilmawan, Arif
dc.contributor.authorYouwikijaya, Siti Erwina
dc.date.accessioned2023-08-08T00:42:42Z
dc.date.available2023-08-08T00:42:42Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123205
dc.description.abstractMasyarakat Pulau Pari merupakan kelompok masyarakat pesisir yang mengalami dinamika strategi nafkah akibat berbagai tekanan. Saat ini sumber nafkah masyarakat di Pulau Pari berasal dari sektor perikanan tangkap dan pariwisata. Situasi konflik yang berlarut larut dan menyejarah telah memberikan tekanan pada masyarakat Pulau Pari. Konflik lahan di Pulau Pari telah terjadi sejak tahun 1989 hingga saat ini belum menemukan resolusi konflik. Selain itu masyarakat Pulau Pari mengalami tekanan lain akibat perubahan iklim, kerusakan lingkungan dan Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis kerentanan nafkah yang dihadapi rumah tangga nelayan kecil lapisan atas dan lapisan bawah di tengah perkembangan pariwisata di Pulau Pari, (2) menganalisis penguasaan dan akses rumah tangga nelayan kecil atas lima modal alam, modal sosial, modal ekonomi, modal SDM dan modal fisik, (3) menganalisis pengaruh penguasaan dan akses atas lima modal terhadap strategi nafkah rumah tangga nelayan kecil, (4) menganalisis wujud penghidupan berkelanjutan dari rumah tangga nelayan kecil di tengah perkembangan pariwisata di Pulau Pari. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method). Pada pendekatan kuantitatif, responden penelitian ini berjumlah 63 rumah tangga pemilik dan 11 rumah tangga buruh nelayan kecil. Pada pendekatan kualitatif, jumlah informan penelitian ini yaitu 10 informan. Penelitian telah dilaksanakan pada Bulan Maret tahun 2020, yang berlokasi di Pulau Pari Kelurahan Pulau Pari Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan Kabupaten Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. Hasil penelitian menemukan terdapat dua tipologi kerentanan nafkah yang dialami rumah tangga nelayan kecil lapisan atas dan lapisan bawah yaitu kerentanan tinggi dan kerentanan rendah. Sebagian besar responden mengalami kerentanan tinggi akibat kondisi paparan bernilai lebih tinggi dibandingkan nilai kapasitas adaptif. Analisis kuantitatif menunjukan tekanan akibat konflik lahan dan perubahan iklim menjadi penyebab tingginya nilai paparan. Pada analisis penguasaan aset dan akses penghidupan bersifat sequencing, rumah tangga yang cenderung mengkombinasikan aset dan akses dalam mengatasi kerentanan. Dengan mengkombinasikan aset dan akses modal penghidupan, rumah tangga nelayan kecil melakukan tiga strategi nafkah yaitu diversifikasi, perikanan tangkap dan migrasi yang berpengaruh pada level penghidupan berkelanjutan. Temuan penelitian pada rumah tangga nelayan kecil di Pulau Pari membuktikan teoretikal sosiologi penghidupan yang disampaikan oleh Scoones. Kehadiran FP3 sebagai institusi berperan memediasi aset dan akses untuk mengatasi kerentanan nafkah dalam bentuk strategi nafkah dan berwujud hasil penghidupan berkelanjutan yang resiliensi.id
dc.description.sponsorshipBadan Riset Inovasi Nasional (BRIN)id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.titleDinamika Strategi Nafkah Rumah Tangga Nelayan Kecil di Pulau Kecil (Kasus di Pulau Pari Provinsi DKI Jakarta).id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAssets and accessid
dc.subject.keywordlivelihood vulnerabilityid
dc.subject.keywordsustainable livelihoodid
dc.subject.keywordlivelihood strategiesid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record