Dinamika Strategi Nafkah Rumah Tangga Nelayan Kecil di Pulau Kecil (Kasus di Pulau Pari Provinsi DKI Jakarta).
View/ Open
Date
2023Author
Youwikijaya, Siti Erwina
Kinseng, Rilus A
Sumarti, Titik
Hilmawan, Arif
Metadata
Show full item recordAbstract
Masyarakat Pulau Pari merupakan kelompok masyarakat pesisir yang
mengalami dinamika strategi nafkah akibat berbagai tekanan. Saat ini sumber
nafkah masyarakat di Pulau Pari berasal dari sektor perikanan tangkap dan
pariwisata. Situasi konflik yang berlarut larut dan menyejarah telah memberikan
tekanan pada masyarakat Pulau Pari. Konflik lahan di Pulau Pari telah terjadi sejak
tahun 1989 hingga saat ini belum menemukan resolusi konflik. Selain itu
masyarakat Pulau Pari mengalami tekanan lain akibat perubahan iklim, kerusakan
lingkungan dan Covid-19.
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis kerentanan nafkah yang
dihadapi rumah tangga nelayan kecil lapisan atas dan lapisan bawah di tengah
perkembangan pariwisata di Pulau Pari, (2) menganalisis penguasaan dan akses
rumah tangga nelayan kecil atas lima modal alam, modal sosial, modal ekonomi,
modal SDM dan modal fisik, (3) menganalisis pengaruh penguasaan dan akses atas
lima modal terhadap strategi nafkah rumah tangga nelayan kecil, (4) menganalisis
wujud penghidupan berkelanjutan dari rumah tangga nelayan kecil di tengah
perkembangan pariwisata di Pulau Pari.
Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method). Pada
pendekatan kuantitatif, responden penelitian ini berjumlah 63 rumah tangga pemilik
dan 11 rumah tangga buruh nelayan kecil. Pada pendekatan kualitatif, jumlah
informan penelitian ini yaitu 10 informan. Penelitian telah dilaksanakan pada Bulan
Maret tahun 2020, yang berlokasi di Pulau Pari Kelurahan Pulau Pari Kecamatan
Kepulauan Seribu Selatan Kabupaten Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta.
Hasil penelitian menemukan terdapat dua tipologi kerentanan nafkah yang
dialami rumah tangga nelayan kecil lapisan atas dan lapisan bawah yaitu
kerentanan tinggi dan kerentanan rendah. Sebagian besar responden mengalami
kerentanan tinggi akibat kondisi paparan bernilai lebih tinggi dibandingkan nilai
kapasitas adaptif. Analisis kuantitatif menunjukan tekanan akibat konflik lahan dan
perubahan iklim menjadi penyebab tingginya nilai paparan.
Pada analisis penguasaan aset dan akses penghidupan bersifat sequencing,
rumah tangga yang cenderung mengkombinasikan aset dan akses dalam mengatasi
kerentanan. Dengan mengkombinasikan aset dan akses modal penghidupan, rumah
tangga nelayan kecil melakukan tiga strategi nafkah yaitu diversifikasi, perikanan
tangkap dan migrasi yang berpengaruh pada level penghidupan berkelanjutan.
Temuan penelitian pada rumah tangga nelayan kecil di Pulau Pari membuktikan
teoretikal sosiologi penghidupan yang disampaikan oleh Scoones. Kehadiran FP3
sebagai institusi berperan memediasi aset dan akses untuk mengatasi kerentanan
nafkah dalam bentuk strategi nafkah dan berwujud hasil penghidupan berkelanjutan
yang resiliensi.
Collections
- MT - Human Ecology [2400]
