| dc.description.abstract | Rumah tangga petani di sekitar cagar alam Gunung Celering memiliki
kedekatan dengan kawasan. Namun, rumah tangga petani di Dusun Guwo
memiliki ancaman serius karena serangan spesies seperti lutung, bajing, dan
monyet dari cagar alam Gunung Celering. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir
spesies yang masif menyerang adalah spesies monyet. Rumah tangga petani masih
mampu bertahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis bentuk interaksi
sosial-ekologi, struktur nafkah, dan faktor pendukung yang memengaruhi
resiliensi nafkah rumah tangga petani. Metode dalam penelitian ini yaitu
kuantitatif didukung kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga
bentuk interaksi sosial-ekologi yang terjadi pada rumah tangga petani di sekitar
cagar alam Gunung Celering dan terdapat empat faktor yang memengaruhi tingkat
resiliensi nafkah rumah tangga petani yaitu banyaknya pekerjaan, jumlah ikatan
sosial dengan tetangga, jumlah kepemilikan peralatan untuk bertani, jumlah
bantuan dari pihak konservasi, dan frekuensi pelatihan. | id |