Partisipasi petani dalam penyuluhan dan penerapan program supra insus: studi kasus di WKPP Glumpang Tiga Kabupaten Pidie D. I Aceh
View/ Open
Date
1994Author
Tamarli
Gani, Darwis S.
Asngari, Pang S.
Taryoto, Andi H.
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia telah dapat mencapai swasembada beras pada tahun 1984. Tercapainya swasembada beras tersebut tidak terlepas daripada kerjasama semua pihak dalam menunjang peningkatan produksi usahatani padi sawah. Keberhasilan Indonesia dalam swaserrbada beras harus dapat dipertahankan serta ditingkatkan agar dapat memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat guna mengimbangi pertambahan penduduk. Salah satu cara untuk mempertahan kan swasem bada beras adalah dengan cara melaksanakan Intensifikasi pertanian. Kebijaksanaan pemerintah dalam peningkatan produksi pertanian melalui intensifikasi dilaksanakan dengan pola Supra Insus sejak tahun 1987, dan atas berbagai pertimbangan Supra Insus yang dilaksanakan selama ini masih dititik beratkan pada Supra Insus padi sawah. supra Insus sebagai teknologi pertanian yang masih relatif baru di Daerah Istimewa Aceh, maka untuk memperkenalkan tek nologi tersebut pada petani diupayakan kegiatan penyuluhan penerapan Supra Insus yang dilaksanakan melalui pendekatan massal, pendekatan kelompok, dan indivi dual dengan harapan terjadi perubahan perilaku petani dan keluarganya, baik pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam melaksanakan ide-ide dan teknologi Supra Insus. Tujuan Penelitian adalah : (1) untuk mengetahui tingkat partisipasi petani dalam penyuluha n dan penerapan program Supra Insus; (2) untuk mengetahui hubungan faktor internal dan fakt or eksternal petani dengan partisipasi dalam peny uluhan dan penerapan Supra Insus; dan (3) untuk mengetahui hubungan antara tingkat partisipasi dalam penyuluhan terhadap penerapan program Supra Insus. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilaksanakan di WKPP Glumpang Tiga, Daerah Tingkat II Ka bupaten Pidie, Daerah Istime wa Aceh. Penentuan sampel dilakukan secara random, yang terpilih 20 Wilayah Kelompok yang mempunyai dua kriteria, yaitu (1) Wilayah Kelompok harus menggambarkan rumah tangga petani yang sebagian besar (>70 persen) melaksanakan usahatani padi sawah, dan (2) Wilayah Kelompok terpilih harus menggambarkkan keadaan petani pelaksana program Supra Insus: Jumlah sampel yang dijadikan responden secara keseluruhan sebanyak 120 responden. ...
Collections
- MT - Human Ecology [2400]
