Show simple item record

dc.contributor.advisorLatifah, Melly
dc.contributor.advisorMuflikhati, Istiqlaliyah
dc.contributor.authorChairani, Leila Siti
dc.date.accessioned2023-07-20T06:04:49Z
dc.date.available2023-07-20T06:04:49Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/122276
dc.description.abstractCovid-19 telah mengubah pola perilaku dan proses kehidupan sehari-hari yang biasa dengan maksud untuk memutus penularan Covid-19. Perubahan ini berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik aspek kesehatan, sosial, pendidikan, maupun ekonomi. Besarnya perubahan ini membawa badai emosi negatif di tengah masyarakat. Terjadi peningkatan perasaan ketidakpastian, ketidakberdayaan, kecemasan, stres bahkan depresi. Covid-19 telah meningkatkan masalah kesehatan mental yang ada. Remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan mental, dilihat dari masa remaja sebagai masa yang menyusahkan akibat perubahan drastis pada berbagai aspek kehidupan remaja menuju masa dewasa. Kesejahteraan psikologis adalah keberfungsian psikologis yang positif dan optimal. Penurunan kesejahteraan psikologis pada remaja berdampak buruk pada kesehatan mentalnya saat dewasa, meningkatkan risiko berkembangnya masalah kesehatan mental yang ada, kesehatan fisik yang buruk, terganggunya fungsi dan kinerja kognitif, dan ketahanan psikologis yang lemah. Kesejahteraan psikologis diperoleh ketika individu dapat mengatasi permasalahan, mendapatkan dukungan atau bantuan saat terkena masalah, serta mengarahkan pikiran dan tindakannya demi mencapai tujuan atau sasaran melalui kemampuan pemanfaatan emosi. Tujuan penelitian meliputi: 1) mengidentifikasi karakteristik remaja, karakteristik keluarga, kecerdasan emosional, dukungan sosial, strategi koping, dan kesejahteraan psikologis remaja serta perbedaannya antara remaja laki-laki dengan remaja perempuan; 2) menganalisis hubungan antara karakteristik remaja dan keluarga dengan kecerdasan emosional, dukungan sosial, strategi koping, dan kesejahteraan psikologis remaja; 3) menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, dukungan sosial dan strategi koping terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Penelitian ini menggunakan desain eksplanatori dan memanfaatkan kuesioner daring untuk mengumpulkan data dari 427 siswa SMA yang mengisi secara sukarela dari SMA yang bersedia di DKI Jakarta pada bulan April-Mei 2022. Data primer yang diambil adalah karakteristik remaja, karakteristik keluarga, kecerdasan emosional, dukungan sosial, strategi koping, dan kesejahteraan psikologis. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji deskriptif dan inferensia (uji korelasi Spearman, uji beda Mann-Whitney, dan uji partial least squares structural equation model/PLS-SEM). Rata-rata usia remaja yang terlibat dalam penelitian ini 16,8 tahun dengan rentang usia 15 sampai 20 tahun dan hampir dua pertiganya (65,6%) perempuan. Rata-rata usia ayah adalah 49,5 tahun dan ibu 45,8 tahun. Proporsi terbesar pendidikan ayah dan ibu adalah lulusan SMA (46,1% dan 43,6%). Proporsi terbesar pekerjaan ayah adalah pegawai swasta (35,1%) dan ibu sebagai ibu rumah tangga (72,6%). Sebanyak 47,3 persen remaja berasal dari keluarga kecil (≤ 4 orang). Sebanyak 65,3 persen remaja memiliki ayah dan 85,9 persen remaja memiliki ibu dengan pendapatan di bawah UMP Jakarta 2022. Remaja memiliki kecerdasan emosional dengan rataan indeks sebesar 53,48 yang termasuk dalam kategori rendah. Laki-laki ditemukan memiliki rataan indeks kecerdasan emosional lebih tinggi (55,47) dibandingkan perempuan (52,43) (p<0,01). Dukungan sosial yang diterima remaja memiliki rataan indeks sebesar 58,86 yang termasuk dalam kategori rendah. Penggunaan koping adaptif oleh remaja memiliki rataan indeks sebesar 67,23 yang termasuk dalam kategori sedang, sedangkan untuk penggunaan koping maladaptif oleh remaja, rataan indeks diperoleh sebesar 53,81 yang termasuk dalam kategori rendah. Kesejahteraan psikologis remaja memiliki rataan indeks sebesar 60,69 termasuk dalam kategori sedang. Perempuan ditemukan memiliki rata-rata indeks kesejahteraan psikologis lebih rendah (59,79) dibandingkan laki-laki (62,41) (p<0,05). Semakin bertambah usia remaja maka kecerdasan emosional dan dukungan sosial yang dimiliki juga ikut meningkat. Semakin lama pendidikan ibu maka kecerdasan emosional, koping adaptif, dan kesejahteraan psikologis remaja akan menurun. Semakin besar ukuran keluarga maka penggunaan koping maladaptif remaja meningkat. Hasil analisis PLS-SEM (GoF=0,903) menemukan bahwa kecerdasan emosional dan koping adaptif berpengaruh signifikan positif terhadap kesejahteraan psikologis, sementara koping maladaptif berpengaruh signifikan negatif terhadap kesejahteraan psikologis. Artinya, kecerdasan emosional dan koping adaptif dapat menjadi faktor pelindung terhadap kesejahteraan psikologis sedangkan koping maladaptif dapat menjadi faktor risiko terhadap kesejahteraan psikologis. Kecerdasan emosional ditemukan berpengaruh signifikan positif terhadap dukungan sosial dan signifikan negatif terhadap koping maladaptif. Kecerdasan emosional dan dukungan sosial ditemukan berpengaruh signifikan positif terhadap koping adaptif. Terdapat penemuan yang berbeda dengan penelitian sebelumnya, yaitu dukungan sosial ditemukan berpengaruh signifikan positif terhadap koping maladaptif. Koping adaptif dan koping maladaptif dapat menjadi mediator pengaruh kecerdasan emosional terhadap kesejahteraan psikologis serta mediator pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis. Kecerdasan emosional memiliki pengaruh terbesar terhadap kesejahteraan psikologis dan merupakan variabel yang secara signifikan memengaruhi semua variabel mediator terhadap kesejahteraan psikologis. Oleh sebab itu besar dampaknya jika kecerdasan emosional ditingkatkan, dengan efek domino berupa peningkatan dukungan sosial, koping adaptif, dan kesejahteraan psikologis serta penurunan koping maladaptif. Peran keluarga dan sekolah dalam meningkatkan kecerdasan emosional remaja berada pada praktik sosialisasi emosi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dapat memberikan waktu, energi positif, nasihat, bimbingan yang cukup terhadap remaja ketika menghadapi masalah. Penelitian berikutnya dapat meniliti tindakan promotif untuk meningkatkan kecerdasan emosional remaja, faktor penentu penggunaan koping adaptif, dan identifikasi bentuk dukungan sosial yang spesifik dalam meningkatkan penggunaan koping adaptif pada remaja.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKecerdasan Emosional, Dukungan Sosial, Strategi Koping, dan Kesejahteraan Psikologis Remaja pada Masa Pandemi COVID-19.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keyworddukungan sosialid
dc.subject.keywordkecerdasan emosionalid
dc.subject.keywordkesejahteraan psikologisid
dc.subject.keywordkoping adaptifid
dc.subject.keywordkoping maladaptifid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record