Peranan Bursa Fabricius dalam Produksi Antibodi terhadap Antigen NDV pada Ayam Kampung dan White Leghorn

Date
1987Author
Sikar, Sri Hartini Sjahfri
Sastradipradja, Djokowoerjo
Nascetion, Andi Hakim
Martojo, Harimoerti
Partadiredja, Masduki
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mencari informasi peranan bursa Fabricius dalam produksi antibodi terhadap antigen vaksin NDV pada ayam kampung dan White Leghorn sebagai pembanding, dengan cara meneliti pertumbuhan bursa Fabricius, respons imun humoral dan pengaruh bursektomi pada respons imun humoral terhadap suntikan antigen pada stadia pertumbuhan bursa, serta meneliti aspek serologis dan hematologis sebagai respons terhadap suntikan antigen pada anak ayam yang dibursektomi pada umur 3 hari dan masa embrio.
Seluruh penelitian dilakukan di Laboratorium Jurusan Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, dengan menggunakan 715 ekor ayam kampung dan 624 ekor ayam White Leghorn (W 36), 250 butir telur ayam kampung dan 250 butir telur ayam White Leghorn. Antigen yang digunakan ialah vaksin NDV strain La Sota produksi Laboratorium Viriologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, dengan dosis 1280 HAU/0,2 cc untuk ayam dewasa dan menjelang dewasa, dan 80 HAU/0,2 cc untuk anak-anak ayam. Pengamatan pertumbuhan bursa Fabricius dengan cara menimbang organ dan mengukur kedalaman bursa menurut Kirkpatrick, titer antibodi terhadap antigen tersebut dengan metode HI prosedur beta, protein serum total dengan metode Biuret, fraksi-fraksi protein serum dengan metode elektroforesis, jumlah leukosit, limfosit, monosit, dan heterofil dengan hemositometer dan preparat ulas darah, serta berat organ pada akhir percobaana
Hasil penelitian menunjukkan, anak ayam kampung mempunyai bursa Fabricius lebih berat daripada White Leghorn, pada waktu menetas. Bursa Fabricius tumbuh cepat pada umur 2 sampai 4 minggu, mencapai berat maksimum pada umur 13 minggu, lebih lambat daripada ayam White Leghorn, kemudian terjadi regresi yang berjalan lebih lambat pula daripada ayam White Leghorn. Suntikan antigen dengan dosis tersebut dapat menimbulkan respons imun humoral pada ayam percobaan. Makin lanjut stadium pertumbuhan bursa Fabricius, makin tinggi produksi antibodi terhadap antigen vaksin NDV di dalam darahnya. Pada umumnya, titer HI-serum antibodi pada ayam kampung lebih tinggi daripada ayam White Leghorn. Tanpa bursa Fabricius, ayam-ayam dapat memproduksi antibodi terhadap antigen vaksin NDV, tetapi untuk produksi antibodi yang optimum diperlukan adanya bursa Fabricius. Anak ayam White Leghorn yang dibursektomi hormonal pada hari keempat masa embrio, tidak dapat memproduksi antibodi terhadap suntikan kedua antigen tersebut, tetapi ayam kampung dapat. Adanya antibodi bawaan terhadap antigen NDV pada anak ayam menghambat produksi antibodi terhadap antigen vaksin NDV yang disuntikkan, dan besarnya hambatan tergantung pada tingginya titer antibody bawaan. Pada umumnya kenaikan jumlah limfosit di dalam darah sejalan dengan kenaikan titer HI-serum antibodi. Jumlah leukosit, terutama limfosit pada ayam kampung lebih tinggi daripada ayam White Leghorn. Kenaikan globulin serum pada umumnya sejalan dengan kenaikan titer HI-antibodi di dalam darah. Macam fraksi globulin yang dihasilkan tergantung pada stadium pertumbuhan bursa pada saat bursektomi dilakukan, frekwensi suntikan antigen dan bangsa ayam. Bursektomi pada ayam yang berumur 3 hari mengakibat-kan timus bertambah beratnya, dan bursektomi hormonal pada hari keempat masa embrio mengakibatkan timus dan limpa berkurang beratnya. ...
Collections
- DT - Veterinary Science [305]

