View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Organisasi sosial dalam sistem produksi peternakan : sistem bagi hasil peternakan sapi perah rakyat: studi kasus di Desa Waturejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (4.540Mb)
      Date
      1992
      Author
      Siswijono, Suprih Bambang
      Tjondronegoro, Sediono M. P
      Sinaga, Rudolf S
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bermaksud memahami sistem bagi hasil peternakan sapi perah rakyat, yakni meliputi aturan yang diterapkan, jalinan hubungan, perubahan status petani ciri-ciri ternak bagi rumahtangga, hasil, perkembangan sistem bagi hasil. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metoda survai. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik pencacahan, wawancara mendalam dan pengamatan berperanserta. Analisis data diarahkan untuk meryusun deskripsi masyarakat petani ternak, sistem bagi hasil peternakan sapi perah rakyat dan perkembangannya. dan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan tennak ternyata sangat bervariasi, yakni (1-7) ekor. Sebagian besar (58) petani ternak hanya menguasai sapi perah (1-2) ekor. Petani ternak yang menguasai sapi perah (3-4) ekor sekitar 32 persen, sedang petani ternak yang menguasai sapi perah lima ekor atau lebih hanya sekitar sembilan persen. Apabila dilihat dari status penguasaan ternak, sebagian besar (50%) petani ternak menguasai sapi perah milik sendiri, sekitar 36 persen menguasai milik kredit serta sapi perah hanya sekitar 13 persen petani ternak menguasai sapi perah bagi hasil. Apabila dilihat dari luas tanah milik, ternyata rata-rata luas tanah milik sekitar 73 persen petani ternak kurang dari 0.50 Ha, bahkan rata-rata luas tanah milik sekitar 38 persen petani ternak kurang dari 0.10 Ha. Petani ternak yang luas tanah miliknya 0.50-0.99 Ha sekitar 17 persen, dan petani ternak yang luas tanah miliknya 1.0 Ha sembilan persen. atau lebih hanya sekitar Hasil analisa tabulasi silang menunjukkan bahwa ada hubungan antara luas tanah milik dengan status penguasaan ternak. Makin besar luas tanah milik semakin kuat status penguasaan ternak. Demikian pula, antara luas tanah milik dengan penguasaan ternak menunjukkan hubungan yang searah. Makin besar luas tanah milik semakin besar sapi perah yang dikuasai. Akan tetapi antara penguasaan ternak dengan status penguasaan ternak menunjukkan arah hubungan yang berlawanan. Makin besar penguasaan ternak, cenderung semakin lemah status penguasaan ternaknya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120643
      Collections
      • MT - Human Ecology [2406]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository